SUKAI HALAMAN INI JIKA ANDA BELUM MENYUKAI :

Merokok Mengurangi Pengangguran

 

 

 

 

 

Di samping banyak hal negatif yang terkandung Dalam Rokok, Rokok masih menyimpan kenikmatan tersendiri bagi Penikmat Rokok Aktif. Di sini kami tidak menganjurkan untuk merokok, Seperti yang anda ketahui Rokok Mengandung Bahan Kimia yang dapat Menyebabkan Berpakai Penyakit yang telah tertulis di bungkus rokok tersebut.

Tapi di smaping hal Negatif Rokok, Rokok merupakan salah satu Sumber Lapangan Kerja di Indonesia. Bahkan Rokok merupakan penyumbah Devisa Negara paling besar selain Migas.

Seperti yang dikatakan Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin, industri rokok merupakan salah satu industri penyumbang pendapatan negara terbesar. Bahkan, jika dibandingkan dengan minyak dan gas bumi (migas), devisa negara industri rokok jauh lebih besar.

“Bagaimana pun tak bisa dipungkiri bahwa pendapatan dari rokok untuk APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) itu sangat besar. Dibanding pendapatan di depan (awal), industri rokok lebih besar dari migas. Migas itu (pendapatannya besar) di belakang, rokok di depan,” ungkap Saleh ditemui di Jakarta, Minggu (26/4/2015).

Semisal industri rokok di tutup semakin Banyak Pengangguran di Indonesia. Seperti buruh pabrik rokok, petani tembakau dan cengkih. Bahkan pedagang rokok pinggir jalan, Pedagang warung kopi omset dan laba penjualan mereka pun akan turun kalau Rokok Di Larang.

Jadi di sini rokok merupakan sumber “Sumber Penyakit, Sumber APBN, Sumber Lapangan Kerja, dan sumber sumber yang lain”. Untuk yang belum menjadi Pecandu Rokok ya silahkan di lanjutkan dengan gaya hidup sehatnya, dan untuk penikmat rokok silahkan di lanjutkan dengan rokoknya, Rokok teman santai dan teman ngopi yang paling setia. Bahkan rokok mempunyai Filosafi tersendiri bagi orang dulu “Ora Ngrokok Ora Ndue Turahan” yang sama dengan bahasa indonesia “Tidak Merokok Tidak Punya Sisa” (walau hanya putung rokok).