SUKAI HALAMAN INI JIKA ANDA BELUM MENYUKAI :
Takut Telat Selokah Siswi SMK Ngawi Tewas Kecelakaan
Takut Telat Selokah Siswi SMK Ngawi Tewas Kecelakaan

Takut Telat Sekolah Siswi SMK Ngawi Tewas Kecelakaan. Kenekatan Riski Wulandari menirukan aksi Valentino Rossi, pembalap Moto GP saat menyalip di tikungan berbuah petaka, kemarin (8/11). Ternyata skill perempuan berusia 17 tahun itu belum mampu menyaingi The Doctor -julukan Valentino Rossi-. Motor Suzuki Smash W 6320 DI yang ditunggangi Riski bertabrakan dengan motor Honda Blade AE 5448 KZ yang dikendarai Pujiati, 25. Kecelakaan yang terjadi di Jalan Raya Ngawi-Karangjati-Rejuno Km 23-24 masuk Dusun Kalisuko, Desa Rejuno, Karangjati itu menyebabkan siswa SMK ini tewas seketika dengan luka berat di kepala.

Peristiwa yang terjadi pukul 08.05 itu bermula ketika Riski, pelajar setara kelas XII ini terburu-buru mengejar jam masuk sekolah. Dia melajukan motornya dengan kencang dari arah utara ke selatan. Ketika melintas di lokasi kejadian yang jalannya sedikit menikung, ada motor tanpa identitas melaju searah di depannya. Riski menyalip motor tersebut. Nahas, dari arah berlawanan melaju motor yang dikendarai Pujiati, warga Dusun Pakulon, Desa Rejuno Kecamatan Karangjati. ‘’Karena jarak kedua motor sudah dekat, tabrakan pun tidak terelakan,’’ ujar anggota Pos Laka 1 Satlantas Polres Ngawi Aiptu Parji yang melakukan olah TKP, kemarin.

Kata Parji, kedua kendaraan itu saling bertabrakan adu depan. Bodi depan Suzuki Smash dan Honda Blade tersebut langsung ringsek karena kerasnya benturan. Dugaan kuat, kecelakaan terjadi karena ketidakhati-hatian Riski saat menyalip. Dia tidak memperhatikan arus kendaraan yang ada di depannya. Terlebih jika melihat dari lokasi kejadian, jalur yang ada di sisi selatan sedikit menikung dengan lebar jalan yang hanya tiga meter. ‘’Hasil olah TKP, titik tabrakan juga berada di jalur si pengendara Honda Blade,’’ jelasnya kepada Jawa Pos Radar Lawu.

Akibat kecelakaan lalu lintas (laka lantas) tersebut, Riski menderita cidera otak berat (COB) di kepala. Luka tersebut didapatkan lantaran kepalanya yang tidak terpasang helm pengaman. Nyawanya sudah tidak dapat tertolong ketika dirawat di Puskesmas Karangjati. Sedangkan Pujiati, yang menderita luka patah tulang kaki kanan, pendarahan di telinga dan hidung. ‘’Korban Pujiati dirawat intensif di RSI At Tin Husada,’’ jelasnya. (mg3/aan/radarmadiun.co.id)