SUKAI HALAMAN INI JIKA ANDA BELUM MENYUKAI :
Alasan Dimas Kanjeng Tak Mau Disalami Kata Pengikutnya Asal Ponorogo
Alasan Dimas Kanjeng Tak Mau Disalami Kata Pengikutnya Asal Ponorogo

Alasan Dimas Kanjeng Tak Mau Disalami Kata Pengikutnya Asal Ponorogo. Selalu ada yang menarik dari sosok Dimas Kanjeng Taat Pribadi untuk dikuak. Kali ini, mantan pengikut Dimas Kanjeng dari Ponorogo, Suparman (50) membuka sisi yang tidak semua orang mengetahui.

Suparman seolah sudah kebal dibohongi oleh pria asal Probolinggo tersebut. Dia mengatakan, awal dia tertarik karena penggadaan uangnya. Dan beberapa aturan yang mengikat. Salah satunya, Dimas Kanjeng seperti makhluk tanpa dosa. Tidak mau bersalaman dengan siapapun.  “Termasuk dengan pengikutnya, Dimas Kanjeng tidak mau bersalaman sama sekali,” katanya kepada beritajatim.com, Selasa (25/10/2016).

Menurut warga Desa Sidorejo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo ini, Dimas Kanjeng selalu bilang jika bersalaman dengan dirinya bakal kena setrum. Sebenarnya, lanjut Suparman, semua itu rekayasa. Dia menerangkan di bawah tumit Dimas Kanjeng ada sejenis batu Alkali. Dan ada kabel di jempol kaki yang menyambung ke tangan.

“Sehingga ketika para pengikut yang nekat bersalaman pasti terkena setrum. Karena ada alat-alat kelistrikan itu,” cerita Suparman.

Suparman mengatakan dirinya baru mengetahui setelah empat tahun menjadi pengikut. Karena dia menjadi tim siluman (orang yang bertugas sebaga pengepul/di bawah sultan-red). Sehingga sering ketemu Dimas Kanjeng.

Pun ketika dimintai semacam kwintansi oleh para pengikutnya, Dimas Kanjeng tidak mau memberi. Alasannya cukup masuk akal bagi orang yang terlanjur percaya. “Dimas Kanjeng selalu bilang, apa tidak percaya. Jika tidak percaya silahkan balik dan ambil uangnya. Itu yang membuat orang percaya,” pungkas Suparman.

Diberitakan sebelumnya, akhirnya satu per satu korban dan pengikut Dimas Kanjeng Taat Pribadi di Kabupaten Ponorogo buka suara. Adalah Suparman (50) warga Desa Sidorejo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo yang menjadi pengikut Dimas Kanjeng dari tahun 2009-2014.

Tidak main-main, aliran uang dari bumi reyog ke Dimas Kanjeng mencapai Rp 5 miliar. Jumlah yang tidak sedikit. Supraman mengaku uang sebesar Rp 5 Miliar tersebut dikumpulkan oleh Suparman dari ribuan pengikut di Ponorogo, Madiun, Nganjuk, Trenggalek, Wonogiri. [mit/suf/beritajatim.com]

Link Sumber : http://www.setenpo.com/2016/10/kesaksian-mantan-pengikut-dimas-kanjeng.html#ixzz4O9hVjVDM