SUKAI HALAMAN INI JIKA ANDA BELUM MENYUKAI :
Harta Wali Kota Madiun Rp121 Miliar dan US$60.00
Harta Wali Kota Madiun Rp121 Miliar dan US$60.00

Harta Wali Kota Madiun Rp121 Miliar dan US$60.00Tersangka kasus gratifikasi pembangunan Pasar Besar Madiun yang masih menjabat Wali Kota Madiun, Bambang Irianto, pada 2013 tercatat memiliki harta kekayaan senilai Rp121 miliar dan US$60.000 (Rp780 juta).

Data tersebut merupakan data resmi yang dikeluarkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat Bambang Irianto maju ke Pilkada periode 2014-2019.

Data itu juga tercantum di surat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Madiun nomor 445.270/KPU.Kota-014.329982/VII/2013 berisi surat Komisi Pemberantasan Korupsi tanggal 10 Juli 2013 Nomor : 13-1707/12/07/2013 tentang harta kekayaan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Madiun periode 2014-2019.

Dari data tersebut, dari 12 calon wali kota dan wakil wali kota yang maju Pilkada, Bambang Irianto menjadi yang paling kaya. Total kekayaannya per 15 Juli 2013 senilai Rp121.948.149.770 dan US$60.000.

Sedangkan calon lainnya memiliki harta jauh di bawah Bambang Irianto,  hanya belasan miliar.

Komisioner KPU Kota Madiun, Latutik Mukhlisin, mengatakan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) itu dikeluarkan KPK sebagai salah satu syarat mengikuti Pilkada.

“Data itu yang mengeluarkan KPK, jadi saat itu calon wali kota dan wakil wali kota mengisi formulir yang telah disediakan KPK. KPU hanya terima jadi,” jelas dia saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Rabu (19/10/2016).

Saat ditanya aset dan detail kekayaan Bambang Irianto, dia tidak mengetahui karena yang mendata dan memverifikasi KPK. Sedangkan KPU hanya menerima data tersebut dan tidak tercantum data lengkap mengenai aset dan harta bergerak milik Bambang Irianto.

Wali Kota Madiun, Bambang Irianto, ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan gratifikasi pembangunan Pasar Besar Madiun oleh KPK pada Senin (17/10/2016) malam. (madiunpos)