SUKAI HALAMAN INI JIKA ANDA BELUM MENYUKAI :
Korban Bentrokan PSHT dengan Warga, Bertambah
Korban Bentrokan PSHT dengan Warga, Bertambah

Korban Bentrokan PSHT dengan Warga, Bertambah. Korban akibat bentrokan warga dengan simpatisan perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) pada Minggu 16 Oktober tidak hanya terjadi di Kecamatan Puri, Melainkan juga di Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto.

Kasat Reskrim Polres Kota Mojokerto, AKP Andria Diana Putra menuturkan, terjadi dua insiden berbeda di kawasan Simpang empat Kupang, Kecamatan Jetis Minggu (16/10/2016). Insiden pertama sekitar pukul 04.00 WIB, dua anggota SH Terate tergeletak di tepi jalan.

Korban atas nama Dwi Cahyo (19) warga Dusun Magersari, Desa Temuireng, Kecamatan Dawarblandong mengalami luka parah di bagian wajah. Sementara rekannya, Andika Dwi Pratama (17), pelajar asal Dusun Talunsudo, Desa Gunungan, Kecamatan Dawarblandong mengalami luka lecet di bagian wajah. Meskipun sempat beredar kabar kedua korban dikeroyok warga dalam perjalanan pulang dari acara pengukuhan anggota baru PSHT di Desa Wiyu, Kecamatan Pacet. Namun, polisi menepis kabar tersebut.

“Kalau memang dihadang warga, seharusnya korban kembali dikeroyok saat jatuh dari motornya. Sementara korban Andika kondisi pingsan, hanya luka ringan. Selain itu, motor korban rusak bagian depan yang menunjukkan akibat menabrak tiang listrik. Rekaman CCTV dari sebuah toko juga tak menunjukkan adanya kerumunan massa di lokasi saat jam kejadian,” ungkapnya.(18/10/2016)

Masih menurut Kasat, sementara insiden kedua terjadi di kawasan simpang empat Kupang sekitar 100 meter dari lokasi kecelakaan. Menurut Andria, sekitar pukul 04.30 Wib, rombongan konvoi anggota PSHT yang menuju ke Dawarblandong diserang oleh sekelompok orang . Akibatnya, dua orang pesilat mengalami luka-luka. Kedua korban adalah Subandi (25), warga Desa Gunungan, Kecamatan Dawarblandong dan Akson Salahudin (25), warga Kesamben, Lamongan. Selain itu, massa juga merusak sepeda motor Ahmad Hani Muslim (15), warga Desa Sumberwuluh, Kecamatan Dawarblandong. Hani yang bukan pesilat menjadi sasaran massa saat melintas di lokasi. Beruntung korban selamat tanpa luka.

“Sementara pemicunya akibat konvoi yang mengganggu warga. Kedua korban sudah dimintai keterangan oleh Polsek Jetis. Kami sudah mengetahui identitas para pelaku,” terangnya.

Sementara itu Kasat Lantas Polres Kota Mojokerto, AKP Selfi Meidianti menegaskan, korban atas nama Dwi Cahyo tewas akibat kecelakaan tunggal. Menurut dia, korban dibonceng Andika dengan Yamaha Vixion warna putih bernopol W 6206 MP menuju ke arah Dawarblandong usai menghadiri acara pengukuhan anggota baru SH Terate di Desa Wiyu, Pacet.

“Motor korban menabrak tiang listrik. Dugaan sementara penyebabnya motor korban selip karena memakai ban kecil tak standar dan juga kondisi korban mengantuk,” pungkasnya.(elo/Kanal ID)