SUKAI HALAMAN INI JIKA ANDA BELUM MENYUKAI :
Rencana Relokasi PKL Kejalan Baru Suromenggolo Ponorogo
Rencana Relokasi PKL Kejalan Baru Suromenggolo Ponorogo

Rencana Relokasi PKL Kejalan Baru Suromenggolo Ponorogo. Rencana relokasi pedagang kaki lima (PKL) ke Jalan Suromenggolo bakal tidak mudah. Pro dan kontra sejumlah PKL mengemuka. Pedagang yang sudah lebih dulu berjualan di sekitar jalan baru –sebutan Jalan Suromenggolo- sebagian menolak. Alasannya beragam. Mulai timbul kerawanan hingga khawatir omzet mereka bakal turun drastis lantaran banyaknya penjual baru. Sebaliknya, sejumlah pedagang di tempat lain menyambut baik rencana tersebut. ‘’Kalau semua dipindah ke sini (Jalan Baru, Red) ya jelas tidak mungkin. Tempatnya tidak cukup. Pasti macet nanti,’’ kata Wiwid Widianto, seorang PKL di Jalan Suromenggolo, kemarin (14/10).

Pedagang jus dan pentol di jalan baru tersebut juga khawatir bakal muncul kecemburuan antar-pedagang. Mereka yang sudah lama berjualan di jalan baru dipastikan terkena imbasnya. Salah satunya omzet. Apalagi pedagang yang bakal dipindah beragam jenisnya. Sebagian besar sudah ada yang berjualan di jalan baru. Dia tunjuk bukti, penjual jus dan pentol seperti usahanya. Sudah lebih dari belasan pedagang serupa di sana. Wiwid tidak bisa membayangkan puluhan pedagang sejenis dari luar akan tumplek blek. ‘’Mungkin lebih baik kalau dilakukan secara bertahap. Jangan dipindahkan semua bersamaan,’’ ungkapnya.

Sebaliknya, Sudarmanto penjual minuman di Jalan Ir Juanda menyebut relokasi lebih baik dibanding harus berurusan dengan petugas saban hari. Dia mengakui keberadaannya menyalahi aturan. Namun, terpaksa lantaran tidak ada tempat lagi. Sudarmanto menambahkan, dia dan sejumlah pedagang lain sudah cukup nyaman di lokasi sekarang. Selain sudah memiliki pelanggan, lokasi juga strategis. Jalan cukup ramai. Namun, dia mengaku siap jika direlokasi. ‘’Kalau memang direloksi ya harus tegas. Jangan ada yang diperbolehkan berjualan di tempat lama,’’ ungkapnya.

Terpisah, Kepala Disbudparpora Ponorogo Sapto Djatmiko menyebut relokasi PKL di jalan baru bukan hanya soal pemindahan. Namun, lebih pada penataan. Benar-benar ditata agar laik jual sebagai destinasi kuliner. Sapto menyebut penataan diharapkan bukan hanya menjadi tempat rekreasi masyarakat yang ingin memuaskan selera makan dan minum. Namun, juga sebagai destinasi wisata. Bakal ada panggung dengan berbagai pertunjukan saban harinya. Khususnya kesenian Ponorogo. Selain itu, stan pedagang juga dikelompokkan berdasar jenis. ‘’Jadi bukan diminta pindah terus ditinggal begitu saja. Tapi ada sesuatu yang menjual nantinya,’’ ujarnya sembari menyebut seperti di Sengkaling, Malang dan tempat serupa di Jogjakarta dan Sleman.

Sapto menurutkan, penataan akan dilakukan segera. Namun, soal konsep wisata tersebut paling banter baru di 2017. Kendati begitu, satuan kerja terkait sudah diminta memulai dari sekarang. Sapto mengaku bupati ingin konsep tidak sembarangan karena diminta berkoordinasi dengan konsultan. Sapto menjelaskan, awal 2017 konsep sudah harus jadi. Bahkan, pihaknya diminta memastikan anggaran yang dibutuhkan masuk dalam pembahasan APBD 2017 mendatang. ‘’Tempat tersebut nantinya juga diharapkan memecah konsenterasi masyarakat agar tidak berkutat di alun-alun,’’ jelasnya sembari menyebut pemilihan jalan baru lantaran kawasan tersebut sudah ramai pengunjung. (agi/irw/Setenpo.Com)