SUKAI HALAMAN INI JIKA ANDA BELUM MENYUKAI :
Niatan Olahraga Tapi Malah Tewas Ditabrak Bus Sugeng Rahayu
Niatan Olahraga Tapi Malah Tewas Ditabrak Bus Sugeng Rahayu

Niatan Olahraga Tapi Malah Tewas Ditabrak Bus Sugeng Rahayu. Pejalan kaki pun bisa menjadi korban kecelakaan lalu lintas (laka lantas). Seperti yang dialami Parnu, 67, warga Desa Jenggrik Kecamatan Kedunggalar. Niat hati joging pagi biar badan tetap sehat, tapi apa daya nasib berkehendak lain. Parnu malah tewas setelah ditabrak bus Sugeng Rahayu W 7109 UZ di Jalan Raya Ngawi-Mantingan Km 11-12 masuk Desa Jenggrik, Kecamatan Kedunggalar, sekitar pukul 05.15 Sabtu (15/10).

Kecelakaan ini bermula saat bus yang dikemudikan Siswanto asal Desa Puton, Kecamatan Diwek, Jombang melaju dari barat ke timur. Bus jurusan Surabaya-Semarang ini menyalip kendaraan yang ada di depannya. Nahas, dari arah berlawanan muncul bus yang tidak diketahui identitasnya. Karena jarak yang sudah dekat, Siswanto langsung membanting setir ke kiri hingga akhirnya menabrak Parnu yang saat itu sedang berjalan di sisi utara jalan. Tubuhnya ditemukan ada di bawah kolong bus. Siswanto sempat menjadi sasaran amuk massa. ‘’Petugas Pos Laka 1 yang datang langsung melakukan olah TKP dan meminta keterangan sejumlah saksi,’’ ujar Kasatlantas Polres Ngawi AKP Miftahul Amin, kemarin.

Dijelaskan, diduga kecelakaan terjadi karena kelalaian sopir bus. Yakni tidak memperhatikan marka jalan lurus. Sehingga saat menyalip kendaraan yang ada di depannya, bodi bus melewati marka jalan. Sedangkan di saat bersamaan, muncul bus yang tidak diketahui identitasnya dari arah berlawanan. Sempat terjadi senggolan bodi depan kanan bus Sugeng Rahayu dengan bagian belakang kanan bus yang tidak diketahui identitasnya. ‘’Lalu sopir bus Sugeng Rahayu banting setir ke kiri dan menabrak pejalan kaki. Bus yang tidak diketahui identitasnya itu terus melaju,’’ ujarnya.

Parnu yang terluka langsung dibawa ke RSI At Tin Husada Ngawi. Namun dalam perjalanan nyawanya sudah tidak bisa tertolong karena menderita luka berat pendarahan di kepala. Korban kemudian dibawa ke RS Widodo Ngawi untuk dilakukan visum. Informasi yang dihimpun, pasca laka lantas tersebut, sejumlah warga yang emosi meluapkan kekesalannya dengan merusak kaca sisi kanan bus hingga pecah. Beruntung polisi yang datang langsung mengendalikan situasi. ‘’Terkait kecelakaan yang menewaskan pejalan kaki ini masih kami lakukan pemeriksaan,’’ katanya.(mg3/ota)