SUKAI HALAMAN INI JIKA ANDA BELUM MENYUKAI :
Menikmati Kesejukan dan Keelokan Air Terjun Coban Lawe Ponorogo
Menikmati Kesejukan dan Keelokan Air Terjun Coban Lawe Ponorogo

Menikmati Kesejukan dan Keelokan Air Terjun Coban Lawe Ponorogo. Masih bingung mau berwisata ke mana akhir pekan ini? Anda bisa mencoba ke air terjun di Ponorogo yang satu ini.

Tempat itu bernama air terjun Coban Lawe. Lokasinya Desa Krisik, Kecamatan Pudak, Ponorogo, sekitar satu jam perjalanan dari pusat kota.

Air terjun Coban Lawe ini merupakan salah satu air terjun yang masih perawan dan jarang dijamah para wisatawan. Selain belum ada fasilitas penunjang yang memadai, akses ke tempat wisata yang dikelola ala kadarnya oleh warga setempat ini juga cukup sulit.

Air terjun ini juga sudah ramai diperbincangkan di dunia maya oleh sejumlah pemburu tempat eksotis dan pehobi fotografi. Selain itu, air terjun ini juga menjadi salah satu air terjun yang memiliki pemandangan eksotis di kabupaten yang berjuluk Kota Reog ini.

Dari pengalaman Madiunpos.com saat menyusuri keindahan alam air terjun Coban Lawe, Sabtu (8/10/2016), perjalanan dari pusat kota ke lokasi wisata itu membutuhkan waktu sekitar satu jam dengan mengendarai sepeda motor dengan kecepatan rata-rata 60 km/jam. Akses dari Kecamatan Pulung ke Kecamatan Pudak rusak parah sehingga Anda harus berhati-hati, apalagi saat hujan.

Namun, sepanjang perjalanan itu, Anda akan disuguhi pemandangan alam hijau dan menawan. Hamparan padi membentang sepanjang mata memandang dengan sistem terasering yang rapi.

Sesekali Anda juga akan melewati hutan cemara dan pohon kayu putih yang menebarkan harum semerbak. Sesampainya di Desa Krisik, tempat air terjun berada, Anda harus memerhatikan papan petunjuk dengan saksama. Papan petunjuk hanya ada satu dengan ukuran yang mini atau kalau tidak mau tersesat sempatkan bertanya pada warga sekitar.

Gang masuk menuju lokasi air terjun sangat sempit yaitu hanya sekitar empat meter. Untuk itu, disarankan menaiki sepeda motor karena akses jalan yang sempit dan susah dilalui mobil.

Dari gang masuk ke lokasi air terjun masih berjarak sekitar 2 km dengan jalan yang hanya berupa batu dan tanah merah, tanpa aspal atau beton. Di samping jalan tersebut ada hutan pinus dan tanaman sayuran seperti wortel, daun bawang, kubis, dan bunga-bunga berbagai warna.

Sesampai di lokasi, akan ada pengelola air terjun Coban Lawe dan pengunjung ditarik dengan biaya masuk Rp3.000/orang. Pengunjung pun harus menyusuri jalan setapak hingga menemukan air terjun Coban Lawe.

Sekitar 10 menit berjalan dengan ditemani udara segar dan suara burung serta hewan lainnya, pengunjung pun bisa menikmati air terjun Coba Lawe 1.

Air terjan Coban Lawe 1 berada paling rendah di antara tiga air terjun lain di lokasi itu. Pengunjung bisa mandi, bermain air, hingga berfoto denganbackground air terjun.

Air terjun Coban Lawe 1 ini memiliki ketinggian sekitar tujuh meter dengan kondisi batu yang berundak-undak sehingga membuat air dari atas seperti turun secara bertahap. Pohon yang rindang serta tanaman kecil yang tumbuh di sekitar air terjun menambah keelokan air terjun itu.

Puas dengan Coban Lawe 1, pengunjung bisa melanjutkan ke air terjun Coban Lawe 2 di atas Coban Lawe 1. Dengan menempuh jalan tanah sekitar 15 menit, pengunjung sudah bisa menikmati air terjun Coban Lawe 2.

Air terjun Coban Lawe 2 memiliki ketinggian sekitar 11 meter dengan aliran air lebih deras dibandingkan Coban Lawe 1. Di Coban Lawe 2, pengunjung juga bisa menikmati dengan mandi dan berfoto dengan background air terjun. Namun, Anda harus hati-hati karena arus di Coban Lawe 2 lebih deras.

Saat berada di air terjun Coban Lawe 2, Anda akan berada di lokasi yang tampak gelap meski matahari sedang terik. Hal ini karena lokasi itu tertutup bebatuan yang rapat dengan pohon rindang mengelilinginya.

Jika masih memiliki stamina yang cukup, Anda bisa melanjutkan perjalanan ke Coban Lawe 3 dan Coban Lawe 4 yang jaraknya cukup jauh dari Coban Lawe 2. Kondisi itu membuat Coban Lawe 1 dan Coban Lawe 2 menjadi favorit wisatawan karena lokasinya berdekatan.

Setelah lelah bertualang menyusuri hutan dan bermain air, pengunjung bisa beristirahat sebentar di tempat peristirahatan di lokasi parkir. Namun, di lokasi tersebut tidak ada penjual jajanan maupun minuman, hanya pada hari tertentu ada pedagang minuman di lokasi wisata itu. Untuk itu, sangat disarankan pengunjung membawa bekal dari rumah. (madiunpos)