SUKAI HALAMAN INI JIKA ANDA BELUM MENYUKAI :
Banjir Magetan, Air Bah Landa Desa Ngancar
Banjir Magetan, Air Bah Landa Desa Ngancar

Banjir Magetan, Air Bah Landa Desa Ngancar. Banjir bandang melanda Desa Ngancar Kecamatan Plaosan, Magetan Minggu (9/10) sekitar pukul 19.00 WIB. Tepatnya, jalur utama menuju air terjun Pundak Kiwo. Akibatnya, sejumlah rumah terendam air bah. Satu kandang ternak rata dengan tanah serta ruas jalan juga ambles.

Penuturan Sarikem, saat itu dirinya bersama Suji, suami di teras rumah. Dia mengamati air bah semakin tinggi. Kebetulan di depan rumahnya ada aliran sungai. Selanjutnya, dirinya dikejutkan dengan suara gemuruh yang diperkirakan berasal dari air terjun Pundak Kiwo. Hanya dalam hitungan detik banjir bandang tiba. Air bercampur dengan sejumlah ranting hingga batang pohon menyapu sekitar rumahnya. Kondisi tersebut diperburuk dnegan tersumbatnya aliran sungai dengan material batang kayu. Sehingga air meluap ke rumah warga lainnya. ‘’Suami saya langsung bangunkan anak-anak diajak ke tempat yang aman,‘’ bebernya.

Menurutnya, saat kejadian hujan pun belum berhenti. Luapan banjir bandang itu surut sekitar pukul 00.00 WIB. Dengan kejadian tersebut, Sarikem teringat dengan kejadian yang pernah terjadi sebelumnya. Menurutnya, air bah pada Minggu malam itu lebih besar dibanding banjir bandang sekitar tahun 1997 lalu. ‘’Sudah dua kali, dulu sekitar tahun 1997, lebih besar banjir bandang sekarang,‘’ jelasnya.

Akibat kejadian tersebut, sejumlah perabotan milik warga terendam lumpur sisa banjir bandang. Paling parah dialami oleh Jono. Kandang miliknya rata dengan tanah, sedangkan ternak miliknya hilang diterjang banjir bandang. ‘’Kambingnya ada lima, kelinci 19 ekor dan ayam sepuluh ekor,‘’ rinci Jono.

Tak hanya itu, banjir juga membuat kebutuhan air bersih warga terganggu. Lantaran pipa saluran air dari sumber mata air putus. Selain kerja bakti membersihkan rumah warga dari lumpur sisa banjir bandang, warga memasang kembali saluran air  yang terputus. Hal tersebut dilakukan untuk kebutuhan air minum dan sarana MCK. ‘’9 lahan pertanian warga dan infrastruktur juga rusak. Kerugian ditaksir lebih dari Rp 800 juta. Kami masih lakukan identifikasi lagi,‘’ ungkap Kepala Desa Ngancar Sarni.

Dalam proses evakuasi kemarin, warga dibantu petugas BPBD Magetan, Koramil dan Polsek Plaosan. Kegiatan gotong royong pembersihan lokasi pasca terdampak air bah itu mulai pukul 06.00 hingga 11.00.

Sementara, Kepala Pelaksana BPBD Magetan Agung Lewis mengatakan banjir banda itu diperkirakan akibat curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir. Sedangkan di sekitar aliran sungai banyak terdapat material ranting ataupun batang pohon yang selanjutnya menumpuk. Kondisi tersebut membuat aliran air terbendung. Saat bendungan alami tersebut tak kuat menahan volume air, banjir bandang terjadi. ‘’Jadi di atas itu (air terjun, Red) terbentuk seperi bendungan, setelah tidak kuat akhirnya terjadi banjir bandang,‘’ ujarnya.

Agung sebelumnya sudah memprediksi akan kemungkinan banjir bandang tersebut. Itu disesuaikan dengan perkirakaan cuaca dari BMKG Stasiun Meteorologi Klas I Juanda, Surabaya. ‘’Kami sudah menghimbau sejak awal bulan lalu untuk berhati-hati akan kemungkinan bencana. Baik longsor ataupun banjir bandang seperti saat ini,‘’ jelasnya. (odi/ota)