SUKAI HALAMAN INI JIKA ANDA BELUM MENYUKAI :
Puluhan Korban Dimas Kanjeng di Ponorogo Takut Melapor
Puluhan Korban Dimas Kanjeng di Ponorogo Takut Melapor

Puluhan Korban Dimas Kanjeng di Ponorogo Takut Melapor. Puluhan orang di Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo dipastikan menjadi pengikut Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Namun sayang, dari pembukaan kasus tersebut September lalu sampai sekarang, tidak ada seorang pun pengikut Dimas Kanjeng yang berani melapor atau merasa dirugikan.

“Dari data yang kami dapat memang puluhan orang di Kecamatan Pulung menjadi korban Dimas Kanjeng. Namun belum ada laporan resmi ke polsek,” kata Kapolsek Pulung, AKP Deny Fachrudi, Senin (10/10/2016).

Deny mengatakan, dari data yang didapat, tiap orang menyetor mahar bervariasi jumlahnya. Mulai Rp 10 juta sampai Rp 50 juta.

Dia menerangkan, warga masih tertutup karena ada beberapa kemungkinan. Pertama malu menjadi korban Dimas Kanjeng. Kedua mereka yang menjadi korban masih berharap uangnya kembali. “Sampai sekarang kami masih terus pendataan. Dan kami sudah mengimbau masyarakat bisa melapor melalui babinkamtibmas. Bisa juga melalui kepala desa,” terangnya.

Sementara salah satu warga Pulung yang keluarganya menjadi korban Dimas Kanjeng, Sony Misdianto, mengaku sulit memang mengajak keluarganya melapor. “Paman saya korban. Tapi sampai sekarang tidak mau melapor,” katanya.

Dia mengatakan, pamannya masih percaya mahar yang diberikan tetap bisa kembali. Bahkan berlipat ganda uangnya. Pun hasil penelusuran beritajatim.com, puluhan orang yang diduga Dimas Kanjeng tidak mau terbuka. Mereka ada kesan menutupi. [mit/suf/beritajatim.com]