SUKAI HALAMAN INI JIKA ANDA BELUM MENYUKAI :
Bupati Ipong Ingin Kembalikan Kejayaan Batik di Ponorogo
Bupati Ipong Ingin Kembalikan Kejayaan Batik di Ponorogo

Bupati Ipong Ingin Kembalikan Kejayaan Batik di Ponorogo. Sekitar tahun 1960 hingga1980,Ponorogo tidak hanya dikenal dari kesenian Reog saja, namun juga dikenal sebagai daerah sentra batik.

Namun, masa kejayaan Ponorogo sebagai pusat pengrajin batikkini telah hilang seiring perkembangan zaman.

Kini, sebanyak 10 perajin batik dan deaainer baju batik diPonorogo berusaha mengembalikan kembali masa kejayaanPonorogo sebagai sentra batik.

Para perajin batik tradiaional yang tergabung dalam Forum Industri Kecil Menengah (IKM) Ponorogo ini menggelar fashion show Batik Ponorgo di Galeri Forum IKM di jalan Sultan Agung 74Ponorogo, Jumat (30/9/2016) malam.

“Kami ingin menumbuhkan minat masyatakat, terutama remaja terhadap batik Ponorogo,” kata Guntur Sasono, seorang perajinbatik Ponorogo.

Pemilik usaha Si Gun Batik ini mengatakan, dahulu sekitar tahun 60’an hingga 80’an banyak perajin batik di Ponorogo. Bahkan,batik karya perajin Ponorogo banyak dipesan dan dikirim ke Solo.

“Jadi dulu, batik yang di Solo itu dibuat para perajin batik diPonorogo,” katanya.

Seiring berkembangnya zaman, sedikit demi sedikit para perajinbatik pun mulai hilang. Tidak ada regenerasi berikutnya dari para perajin batik.

Banyak anak-anak muda lebih memilih menjadi TKI di Taiwan dibandingkan menjadi pebatik.

“Mereka lebih memilih ke Taiwan,” kata Guntur, saat ditemui di lokasi pameran.

Upaya lain untuk menumbuhkan minat masyarakat terhadapbatik Ponorogo, Forum IKM juga mengadakan lomba desain batikuntuk tingkat SD hingga SMA.

Sementara itu, ditemui usai menghadiri Fashion Show, BupatiPonorogo, Ipong Muchlissoni berencana mengirim perajin batikatau maayarakat yang memiliki minat terhadap seni membatik ke Jogja, Solo atau Pekalongan.

“Saya berencana mengirim sekitar 50 orang untuk magang ke Jogja, Solo atau ke Pekalongan,” kata Ipong.

Dikatakannya, dirinya sudah mendengar keluhan dari para perajin batik di Ponorogo. Dirinya juga ingin mengembalikan kejayaan batik di Ponorogo

“Saat ini potensi sudah nggak ada. Tapi kita punya sejarah, sejarah itulah yang akan kita bangkitkan menjadi sebuah potensi,” jelasnya

Ipong menambahkan, jika industri batik di Ponorogo sudah besar, dirinya berencana membangun Lingkungan Industri Kecil. Semacam pusat oleh-oleh yang menjual hasil industri kecil unggulan Ponorogo.

“Jadi one stop shooping, mirip Universal Studio. Selain belanja juga bisa lihat reog,” jelasnya.

Ipong menambahkan, Lingkungan Industri Kecil (LIK) akan dibangun di Tambak Bayan di atas lahan sekitar 4 hektar. (rbp/surabaya.tribunnews.com)