SUKAI HALAMAN INI JIKA ANDA BELUM MENYUKAI :
Rumah Semakin Terkikis Banjir Warga Morosari Sukorejo Bingung Pindah Kemana
Rumah Semakin Terkikis Banjir Warga Morosari Sukorejo Bingung Pindah Kemana

Rumah Semakin Terkikis Banjir Warga Morosari Sukorejo Bingung Pindah Kemana. Kondisi rumah Sarimun, 55, dan Dimo, 50, yang terkena erosi anak sungai Bengawan Solo di Gondang, Morosari, Sukorejo kian mengenaskan. Perkembangan terakhir, dini hari kemarin (27/9), tanah semakin terkikis hingga sebagian dinding rumah Sarimun dan Dimo semakin mengkhawatirkan. Sarimun dan Dimo kini masih tinggal di rumah kerabat mereka yang terletak di belakang rumah nggawing tersebut. Padahal, rumah kerabat itu juga mepet sungai, hanya dua meter.

Dimo menjelaskan, sehari-hari dia dan Sarimun masih bertahan di rumah milik kerabat yang terletak persis di belakang rumahnya. Jarak rumah ke tepi sungai masih dua meter. Kendati demikian, Dimo tetap merasa waswas. Sebab, tidak menutup kemungkinan jarak dua meter bisa terus terkikis dan akhirnya habis. Pengalamannya yang sudah tiga kali pindah dari tepi sungai tersebut, tanah terus terkikis tiap turun hujan lebat. Terakhir, tanah kembali terkikis dinihari kemarin, membuat dinding rumahnya nggawing. ‘’Hanya satu minggu sejak erosi pertama, tahu-tahu sudah nggawing,’’ ujarnya.

Padahal, menurut Dimo, rumah itu baru saja mendapat program rehabilitasi tiga tahun lalu dari TNI. Kini, dia pun masih tetap bertahan di rumah kerabat. Dia baru benar-benar akan pindah kala erosi mendekati rumah kerabatnya tersebut. Sebab, Dimo dan Sarimun tidak punya tujuan lagi hendak pindah kemana. Meski sebenarnya Dimo dan Sarimun punya dua kerabat lain. Satu kerabat masih satu dukuh dengan mereka, sementara satu lainnya lain tinggal di Sumatera. Sayangnya kerabat saya satu desa tersebut tinggal bersama keluarganya. ‘’Hendak pindah kemana lagi tidak tahu. Namun jika memang diminta pindah oleh pemerintah, kami ya nurut saja,’’ terangnya.

Sementara, Kepala BPBD Ponorogo Bedianto menuturkan, saat ini pihaknya terus melakukan investigasi terkait kondisi tepi sungai yang digerus erosi di Gondang, Morosari, Sukorejo, tersebut. Investigasi diperlukan untuk mengetahui apa yang diperlukan mengatasinya. Jika warga meminta dibangunkan plengsengan, Bedianto menilai akan membutuhkan biaya besar. Sebab, luasan terdampak erosi mencapai 150 meter. ‘’Jika dipasang plengsengan, biayanya besar. Kemungkinan pilihan terbaik ya relokasi untuk dua warga terdampak tersebut,’’ ujarnya.

Sejauh ini, menurut Bedianto, erosi terjadi karena minimnya tumbuhan tepi sungai di titik yang terjadi erosi tersebut. Biasanya, tumbuhan yang ada di tepi sungai berguna menahan pergerakan tanah yang terkikis aliran air sungai. Namun kebetulan, di titik erosi, hanya ada dua rumah milik Dimo dan kerabat, serta sebuah kandang ternak milik warga setempat. Selebihnya tidak ada tumbuhan yang bisa menahan tanah ketika hujan turun dan debit air sungai meningkat. ‘’Padahal jika tidak sedang turun hujan, debit airnya kecil. Namun ketika turun hujan jadi meningkat hingga mengikis tanah. Dan kebetulan, tidak ada tumbuhan pengaman di lokasi,’’ terangnya.(mg4/irw)

 

Rumah Semakin Terkikis Banjir Warga Morosari Sukorejo Bingung Pindah Kemana

Sumber : Setenpo