SUKAI HALAMAN INI JIKA ANDA BELUM MENYUKAI :
Diterjang Air Bah, Bocah 9 Tahun Asal Pulung Terseret Hingga Tewas
Diterjang Air Bah, Bocah 9 Tahun Asal Pulung Terseret Hingga Tewas

Diterjang Air Bah, Bocah 9 Tahun Asal Pulung Terseret Hingga Tewas. Bocah sembilan tahun asal Desa Munggung, Kecamatan Pulung, Ponorogo, bernama Muhammad Fajar Arosaad meregang nyawa saat asyik bermain bersama teman-temannya di dam sungai Krekel di desa setempat.

Muhammad Fajar Arossad merupakan anak dari pasangan Rosidin, 38, dan Siti Sarotun, 33, yang merupakan warga RT 003/RW 001, Dukuh Tosari, Desa Munggung, Kecamatan Pulung, Ponorogo. Saat ini, bocah itu hanya dirawat oleh ayahnya, Rosidin, sedangkan ibunya Siti Sarotan bekerja sebagai tenaga kerja wanita (TKW) di Taiwan.

Kasubbag Humas Polres Ponorogo, AKP Harijadi, mengatakan bocah yang biasa dipanggil Aad itu pada awalnya sedang bermain bersama teman-temannya, Sendi, Adil, Aksa, Yuka, dan Rido di dam sungai Krekel, Selasa (27/9/2016) sekitar pukul 15.00 WIB. Saat sedang asyik bermain, tiba-tiba air datang ke dam sungai dengan deras. Teman-teman korban seluruhnya menyelamatkan diri dengan berenang ke tepi. Sedangkan Aad terdiam di sungai itu dan tidak berenang ke tepi seperti teman-temannya.

Saat melihat ada bahaya, teman korban Sendi dan Adil berusaha untuk menyelamatkan korban dari arus sungai yang sangat deras itu. Namun, mereka tidak berhasil menyelamatkan Aad dan korban terlihat hanyut dibawa arus yang begitu deras.

Atas peristiwa itu, teman-teman korban pun langsung pulang ke rumah dan mengabarkan kondisi korban yang terbawa arus sungai. “Saat hendak memberitahu perihal hanyutnya korban, ternyata warga kampung sedang berada di acara pernikahan. Dan baru pulang sekitar pukul 18.00 WIB. Setelah itu ayah Aad baru mengetahui anaknya hanyut dibawa aliran sungai,” ujar Harijadi kepada Madiunpos.com, Rabu (28/9/2016).

Dia menuturkan setelah mengetahui anaknya hanyut dibawa arus, Rosidin beserta warga setempat langsung mencari anaknya dengan menyurusi dam sungai Krekel. Korban ditemukan di sungai Klegung yang masuk Desa Wotan, Kecamatan Pulung, Ponorogo, atau terserat sejauh 1 km dari tempat bermainnya.

“Saat korban ditemukan dalam posisi terlentang, warga langsung membawa korban ke daratan. Namun, saat ditemukan korban sudah tidak bernyawa lagi,” ujar dia.

Harijadi mengatakan bocah setinggi 126 cm itu mengalami luka sobek di bagian pelipis kanan dan kiri. Selain itu, kepala bagian belakang memar serta dahi kanan dan kiri luka memar. Diduga luka tresebut karena terbentur batu di sungai itu.

“Keluarga korban pun menerima kejadian ini sebagai musibah dan tidak akan menuntut pihak manapun. Kemudian korban dimakamkan di permakaman umum desa setempat,” jelas dia.