SUKAI HALAMAN INI JIKA ANDA BELUM MENYUKAI :
Dimas Kanjeng Di Tes Gandakan Uang Oleh Polisi
Dimas Kanjeng Di Tes Gandakan Uang Oleh Polisi

Dimas Kanjeng Di Tes Gandakan Uang Oleh Polisi. Dimas Kanjeng atau yang memiliki nama asli Taat Pribadi beberapa waktu lalu menghebohkan masyarakat lantaran videonya yang viral di Youtube. Dimas kanjeng yang merupakan warga Probolinggo, Jatim, dalam video tersebut ia mengaku dapat menarik uang ghaib alias menggandakan uang.

Pengikutnya pun tidak sedikit, bahkan mencapai ribuan yang tersebar di seluruh Indonesia. Diantara mereka bahkan ada yang menyetor 150-200 Milyar.

Beberapa waktu lalu Dimas Kanjeng ditangkap satuan kepolisian dari Polda Jatim dan Brimob karena diduga menjadi otak pembunuhan terhadap 2 pengikutnya. Polisi mengerahkan 1600 personil untuk melakukan penangkapan di padepokan Dimas Kanjeng karena ia dijaga 1000 pengikutnya.

Penyidik Polda Jatim yang memeriksa Dimas Kanjeng telah memintanya mempraktikkan kemampuan tersebut. “Ternyata tidak bisa. Alasannya, butuh waktu setahun untuk mengeluarkan uang,” kata Kapolda Jatim Irjen Pol Anton Setiadji saat berbincang dengan pimpinan media massa Selasa (27/9/2016) malam.

Karena itu, selain kasus pembunuhan seperti yang sedang disidik saat ini, polisi membidik Dimas Kanjeng dengan kasus penipuan. Polisi mempersilakan semua yang merasa menjadi korban untuk melapor. Selama ini, jelas Anton, sudah ada beberapa orang yang melapor, tapi kemudian menarik laporannya.“Mungkin mereka malu,” ujarnya.

Menurut Kapolda, kasus yang melibatkan tokoh sentral Padepokan Dimas Kanjeng tersebut merupakan kasus sangat besar. Selain banyak tokoh yang menjadi pengikut, terdapat uang triliunan rupiah yang dikuasainya.

Anton menyebutkan, di Padepokan Dimas Kanjeng di Desa Wangkal, Kec Gading, Kab Probolinggo, Jatim, terdapat bungker yang penuh uang. Polisi belum berani mengutak-atik uang itu. Yang dilakukan baru memasang garis polisi. Polisi akan melibatkan Bank Indonesia (BI) untuk meneliti uang-uang tersebut.“Karena mereka (BI) yang tahu apakah uang itu palsu atau tidak,” ucapnya.

Uang tersebut dihimpun dari para pengikut yang datang dari berbagai penjuru tanah air. Ada yang dari Sulawesi, Sumatera, Kalimantan, dan tentu saja Pulau Jawa. Ada semacam koordinator yang mencari pengikut di tiap daerah. “Dari Makassar banyak,” kata Kapolda.

Kabidhumas Polda Jatim Kombespol Argo Yuwono menambahkan, sudah ada dua korban yang melapor. Dia meminta korban yang lain melapor juga. Laporan tersebut akan digunakan untuk menjerat Dimas Kanjeng dengan pasal penipuan. Dimas Kanjeng Di Tes Gandakan Uang Oleh Polisi