SUKAI HALAMAN INI JIKA ANDA BELUM MENYUKAI :
Isi Curhatan Keluarga Pengikut Padepokan Dimas Kanjeng Curhat ke MUI
Isi Curhatan Keluarga Pengikut Padepokan Dimas Kanjeng Curhat ke MUI

Isi Curhatan Keluarga Pengikut Padepokan Dimas Kanjeng Curhat ke MUI. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur mengaku menerima banyak pengaduan terkait Padepokan Dimas Kanjeng Taat di Probolinggo. Dan sudah lama, MUI curiga akan aktivitas di padepokan tersebut.

Namun, keluhan yang disampaikan pengikut Dimas Kanjeng Taat Pribadi itu melalui pesan singkat, surat dan komunikasi melalui telepon.

“Yang datang belum ada. Tetapi mereka bercerita melalui surat, SMS, dan telepon,” ungkap Ketua MUI Jatim Abdusshomad Buchori kepada detikcom, Minggu (25/9/2016).

Mereka yang ‘curhat’ ke MUI Jatim ini adalah keluarga pengikut padepokan yang pemimpinnya konon bisa melipatgandakan uang itu.

Para keluarga, kata dia, curhat tentang anggota keluarganya yang terjerumus masuk ke padepokan. Mereka juga cerita tentang harta dan uang yang habis dibawa untuk disetor ke Dimas Kanjeng Taat Pribadi dengan iming-iming akan digandakan uangnya.

MUI Jatim, kata Abdusshomad, menampung keluh kesah keluarga pengikut Dimas Kenjeng Taat Pribadi yang sekarang sudah ditahan polisi karena dugaan kasus pembunuhan salah satu pengikutnya.

Curahan hati keluarga tersebut akan menjadi salah satu poin yang akan dibahas terkait padepokan tersebut. MUI Jatim sendiri sebenarnya sudah dua tahun yang lalu telah memerintahkan MUI Probolinggo menyelidiki padepokan.

Saat itu MUI Probolinggo sudah mencurigai bahwa ada gelagat yang janggal di padepokan itu. Namun MUI setempat belum memiliki bukti kuat untuk mendukung kecurigaan itu. Saat itu, MUI Probolinggo sudah memperkirakan padepokan ini bakal jadi ‘bom waktu’.

Setahun yang lalu, kata Abdusshomad, dirinya juga pernah bertemu dan berdiskusi dengan polisi dan Pemkab Probolinggo dan menyatakan bahwa ajaran di padepokan itu tidak benar. Namun sekali lagi belum ada bukti yang kuat. “Sekarang bom waktu itu sudah terpicu dan meledak,” tandas Abdusshomad. Isi Curhatan Keluarga Pengikut Padepokan Dimas Kanjeng Curhat ke MUI