SUKAI HALAMAN INI JIKA ANDA BELUM MENYUKAI :
Angsuran Kredit Motor Macen Warga Sooko Di Penjara
Angsuran Kredit Motor Macet Warga Sooko Di Penjara

Bantarangin.Net Angsuran Kredit Motor Macet Warga Sooko Di Penjara. Hati-hati berurusan dengan kredit macet kendaraan bermotor. Salah-salah berujung pidana. Seperti yang dialami Agus Andi Proyogo, 35, warga Kecamatan Sooko ini. Gara-gara cicilan sepeda motor atas nama dirinya itu macet, dia harus mendekam di balik jeruji besi. Hakim Pengadilan Negeri (PN) Ponorogo memutus bersalah terdakwa saat sidang putusan perkara fidusia tersebut, kemarin (14/9). Hakim memutus tiga bulan lima belas hari bagi terdakwa.

Tersangka terlihat pasrah begitu hakim memutus bersalah. Pun, langsung menerima. Sebab, lebih ringan dibanding tuntutan jaksa yakni lima bulan kurungan. Agus menjadi terdakwa kasus fidusia kali pertama di Ponorogo. ‘’Ini membuktikan kasus fidusia bisa dipidanakan seperti daerah lain,’’ kata pengacara pelapor, Edy Obaja.

Edy menambahkan, kasus fidusia kerap dimanfaatkan sebagian pihak untuk mengambil keuntungan. Sebab, mengemuka pendapat bahwa kasus kredit macet tersebut tidak bisa dipidanakan. Namun, hal itu menurutnya, terbantahkan dengan sidang terdakwa Agus, kemarin. Agus terbukti bersalah. Pihak Edy melaporkan Agus dengan dua pasal sekaligus. Yakni, fidusia dan penipuan. Bentuk penipuannya, lanjutnya, tidak melakukan pembayaran sesuai angket kredit. Apalagi sepeda motor yang menjadi barang sengketa entah ke mana rimbanya. Agus lantas dilaporkan PT. Fifgroup Cabang Ponorogo, sekitar September tahun lalu. ‘’Penipuan yang dimaksud di sini jelas. Terdakwa tidak memenuhi kewajiban sesuai dengan perjanjian. Selain itu, terdakwa mengaku kredit yang diajukan merupakan untuk dirinya sendiri. Tapi kenyataannya untuk orang lain,’’ ujarnya.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Deddy Agus menyebut ada beberapa pertimbangan majelis hakim yang meringankan terdakwa. Salah satunya, lantaran Agus bukan terdakwa utama. Terdakwa Agus yang meminjamkan nama saat pengajuan kredit. Sedang, orang yang meminjam masih diburu petugas. Sepeda motor sengketa juga dibawa orang yang masih diburu tersebut. Kendati begitu, fakta di persidangan membuktikan terdakwa bersalah. ‘’Ini yang pertama di Ponorogo. Masyarakat harus berhati-hati ke depan,’’ ujarnya.

Recovery Section Head PT. Fifgroup Cabang Ponorogo Tegar Ananda CR mengaku menerima hasil persidangan kendati di bawah tuntutan JPU. Ini cukup membuktikan kasus fidusia dapat dipidanakan. Tegar mengimbau agar masyarakat tidak menyalahi aturan main angket kredit. Mulai memindah tangankan barang, menggadaikan, menjaminkan, menyewakan, hingga menjualnya selama masa kredit belum lunas. Sebaliknya, masyarakat juga wajib menolak segala tawaran dari pihak yang tidak bertanggung jawab tersebut. ‘’Kami berharap kasus-kasus serupa tidak terulang,’’ ujarnya sembari menyebut putusan tertinggi kasus serupa pernah hingga satu tahun lebih. (agi/irw)

 

Angsuran Kredit Motor Macet Warga Sooko Di Penjara

Sumber : Setenpo.Com