SUKAI HALAMAN INI JIKA ANDA BELUM MENYUKAI :
Su, Mantan Anggota DPRD Ponorogo Terjerat Kasus Narkoba
Su, Mantan Anggota DPRD Ponorogo Terjerat Kasus Narkoba

Bantarangin.Net – Mantan Anggota DPRD Ponorogo Terjerat Kasus Narkoba. Desas-desus identitas tersangka kepemilikan sabu di salah satu ruko Jalan Halim Perdana Kusuma, Tonatan Kamis (25/8) lalu terungkap. Santer mengemuka salah seorang tersangka, Su, warga Plosojenar, Kauman yang dikabarkan sebagai mantan anggota DPRD Ponorogo,benar adanya. Itu diketahui saat rilis kasus penyalahangunaan narkoba oleh Polres Ponorogo, kemarin (30/8). Su adalah Sutyas Hadi Riyanto, mantan wakil rakyat. Dia terlihat santai saat polisi menunjukkan ke awak media. Bahkan, Sutyas menolak mengenakan penutup wajah. Tidak seperti temannya yang juga tersangka kasus narkoba jenis sabu-sabu.

Sejak digelandang petugas menuju ruang rilis, Sutyas terlihat bak tanpa beban. Bahkan, sesekali dia mengumbar senyum kepada awak media yang meliput. Dia juga mengucapkan beberapa kata guyunon. Akibatnya, Sutiyas mendapat teguran dari petugas agar menjaga sikap. Dia lantas meminta doa agar diberi kekuatan menghadapi cobaan tersebut. ‘’Untuk apa wajah saya ditutupi. Semua juga sudah tahu kalau saya tersangkanya,’’ ujar Sutyas.

Bukan hanya soal sikap, Sutyas juga blak-blakan mengakui penggunaan barang haram tersebut. Namun, dia mengaku baru sekali menggunakan. Sutyas juga mengaku memiliki sabu seberat 3,14 gram itu bersama Mukna Dawan, rekannya yang juga ditetapkan menjadi tersangka. Sutyas mengaku sudah berencana membeli sabu dan menikmatinya di ruko tersebut bersama si empunya ruko. Kendati demikian, dia tidak menceritakan secara rinci bagaimana awal mula perkenalannya dengan barang haram tersebut. ‘’Saya datang ke ruko tersebut bukannya tidak tahu jika ada sabu. Saya tahu hal itu karena sudah berniat,’’ ungkapnya.

Dia mengaku tidak kecewa atas kejadian yang menimpanya. Namun, Sutyas memohon maaf kepada masyarakat, simpatisan dan keluarganya. Dia juga meminta mereka untuk bersabar terkait kasus yang menimpanya. Sutyas enggan berpikir kasus yang tengah menjeratnya barbau politis. Dia menyerahkan sepenuhnya keadilan dan pengusutan kasusnya kepada petugas. ‘’Saya memang terbukti seperti itu (kedapatan menggunakan dan memiliki sabu). Jika ada pelaku lain yang tidak ditahan, itu semua wewenang polisi,’’ terangnya.

Sutyas kedapatan nyabu bersama empat orang lain di dalam ruko milik Mukna. Namun, tiga orang lain yang juga berada di lokasi kejadian akhirnya dilepas. Alasannya, tidak cukup alat bukti. Padahal, dua di antara ketiganya diketahui positif dalam tubuhnya mengandung zat narkoba. Sedang, satu di antaranya negatif. Petugas tidak melakukan penangkapan lantaran tidak memiliki cukup bukti. Tidak ditemukan bukti pada ketiganya. Pun, mereka ditangkap tidak sedang mengonsumsi. Namun, berada di lokasi. ‘’Kami tidak bisa melakukan penahanan karena belum bisa menemukan alat bukti untuk tiga yang lain,’’ kata Kapolres Ponorogo AKBP Harun Yuni Aprin.

Menurutnya, pertimbangannya pemakai belum cukup tanpa bukti kepemilikan sabu atau barang narkotika lain. Pihaknya hanya melakukan sanksi rehabilitasi bagi kedua pemakai tersebut. Harun menambahkan, hasil pemeriksaan sementara, Sutyas dan Mukna terungkap memesan sabu-sabu sebanyak 3,14 gram melalui telepon. Pengedar tidak dikenal alias jaringan putus. Pemesan dan pengedar tidak saling bertemu. Sabu-sabu diletakkan pada tempat yang sudah disepakati. ‘’Dalam kasus ini lokasi yang dipilih salah satu ruangan ruko milik tersangka,’’ ujarnya.

Harun menyebut, Sutyas dan Mukna sama-sama mengonsumsi sabu sejak sekitar dua hingga tiga bulan yang lalu. Keduanya dijerat pasal 112 ayat 1 UU Nomor 35/2009 tentang narkotika, dengan ancaman pidana maksimal 12 tahun penjara dan denda maksimal delapan miliar rupiah.(mg4/agi/irw/radarmadiun)

 

Su, Mantan Anggota DPRD Ponorogo Terjerat Kasus Narkoba