SUKAI HALAMAN INI JIKA ANDA BELUM MENYUKAI :
Janda Korban Amukan Pesilat PSHT di Ceper Berharap Ganti Rugi
Janda Korban Amukan Pesilat PSHT di Ceper Berharap Ganti Rugi

Bantarangin.Net – Janda Korban Amukan Pesilat PSHT di Ceper Berharap Ganti Rugi. Ratusan anggota perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) mengamuk di  Dukuh Ngeseng, Desa Jambu Kulon, Kecamatan Ceper, Senin (29/8/2016) malam sekitar pukul 22.00 WIB.

Belasan rumah yang terletak di pinggir jalan tepatnya di depan Stasiun Kereta Api (KA) Ceper menjadi sasaran tindakan anarkis mereka.

Salah satu warga setempat, Bariyah (57) mengaku, rumah dan warung kelontongnya rusak berat setelah dilempari batu bertubi-tubi. Saat kejadian ia sedang menonton televisi dan mendengar suara orang berteriak-teriak dari luar.

“Tiba-tiba lemparan batu masuk dan memecahkan kaca jendela warung saya. Saya tidak tahu dari mana mereka dan mengapa merusak warung saya,” katanya, Selasa (30/8/2016).

“Saya sangat ketakutan sampai ngewel (gemetaran), mereka yang di luar terus berteriak dengan kata-kata makian. Anak saya juga ketakutan, dia sampai sembunyi di kolong tempat tidur,” ungkap Bariyah lagi.

Menurut Bariyah, ada sekitar tujuh batu sebesar kepalan tangan orang dewasa yang dilemparkan ke arah warungnya. Akibatnya, warung kelontong miliknya rusak dan beberapa barang dagangan hancur berantakan.

“Tadi ada polisi yang sudah ngambil batunya, yang diambil empat buah yang paling besar. Saya  mohon ada ganti rugi, karena saya orang tidak mampu dan sudah menjanda,” harapnya.

Sementara, seorang warga yang terluka oleh senjata tajam akibat tindak anarkis tersebut adalah Suparji (42), warga Dusun Ngaglik, Desa Klepu, Kecamatan Ceper.

Ia yang hendak menjemput istrinya pulang dari bekerja di pabrik tekstil di Ceper kena bacok di bagian punggungnya. Akibatnya ia harus dilarikan ke rumah sakit dan menerima delapan jahitan.

“Kepala saya juga dipukul dengan tongkat bambu,” katanya ketika dijumpai di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Klaten untuk melaporkan kejadian penganiayaan yang dialaminya itu.

Menurut Suparji, dirinya tidak tahu menahu persoalan apa yang sedang terjadi. Tiba-tiba dirinya diserang oleh beberapa oknum anggota perguruan pencak silat tersebut.

“Saat saya mau belok menghindari kerumunan orang, tiba-tiba saya dibacok dari belakang dan saya juga dipukul dengan tongkat. Lalu saya lari menyelamatkan diri ke Polsek Ceper,” ungkapnya.

Dani Prima

Janda Korban Amukan Pesilat PSHT di Ceper Berharap Ganti Rugi

Sumber : JogloSemar