SUKAI HALAMAN INI JIKA ANDA BELUM MENYUKAI :
Malu Anaknya Punya Banyak Hutang, Pasutri Di Kediri Memilih Bunuh Diri
Malu Anaknya Punya Banyak Hutang, Pasutri Di Kediri Memilih Bunuh Diri

Bantarangin.Net – Malu Anaknya Punya Banyak Hutang, Pasutri Di Kediri Memilih Bunuh DiriKediri, Warga Desa Butuh, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri, Jawa Timur dikejutkan kasus bunuh dirisepasang suami istri (pasutri), Hartono (60) dan Bu Is (56).

Kedua korban bunuh diri ini merupakan warga Desa Butuh. Kasus ini diketahui warga saat ada yang memergoki kedua korban sudah dalam kondisi meninggal, tak jauh dari pekarangan rumahnya.

Di dekat lokasi penemuan mayat juga ditemukan botol bekas air mineral kemasan 600 ml yang diduga berisi sisa cairan racun.

Keduanya meninggal di bawah rumpun bambu dalam keadaan berpakaian lengkap. Kasus ini pertama kali diketahui oleh Pak Nur warga setempat saat hendak berangkat ke sawah.

Saksi kaget setelah mengetahui ada warga tergeletak dalam kondisi sudah meninggal. Temuan itu kemudian dilaporkan ke perangkat desa serta diteruskan ke Polsek Kras.

Petugas yang tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP) kemudian memasang police line di lokasi penemuan mayat yang berada di bawah rumpun bambu.

Sementara itu Kapolsek Kras Kediri, AKP Muklason, mengatakan, menurut saksi mata Pak Nurhadi dan Pak Mugi, warga setempat, motif bunuh diri Pak Hartono bersama isterinya karena anaknya banyak hutang dan mereka malu. Sehingga memilih bunuh diri.

Kabar bunuh diri pasutri ini dengan cepat menyebar sehingga ratusan warga berdatangan ke TKP.

Kedua pasutri ini meninggalkan surat wasiat. Isinya mengharukan. Mereka menujukan surat itu untuk anak-anak mereka.

Rincian surat wasiat itu diberi judul “Pesan Bapak/Ibu”. Surat wasiat ini juga dibubuhi tanda tangan Hartono dan Ny Sulis berikut ucapan selamat tinggal untuk kedua putranya.

Ada delapan item surat wasiat yang ditujukan kepada kedua anak dan keluarga almarhum. Berikut rinciannya.

1. Dana di 2 buku tabungan BTPN dapat untuk biaya.
2. Cincin ibuk dibagi 2.
3. Jarit di almari belakang.
4. Bapak – ibu jadikan satu lubang aja.
5. Pembayaran rumah bapak oleh Pak Masrukin sudah lunas. – Biaya pajak penjualan dan pembelian tanggungan Pak Masrukin. – Biaya waris tanggungan anaku (jual sepeda motor untuk biaya).
6. Barang-barang milik Mbah Suyati biar dibawa saudara bapak.
7. Barang-barang milik bapak/ibu terserah kamu.
8. Sing rukun.

 

Malu Anaknya Punya Banyak Hutang, Pasutri Di Kediri Memilih Bunuh Diri

Sumber : Setenpo.Com