SUKAI HALAMAN INI JIKA ANDA BELUM MENYUKAI :
Getuk Golan Ponorogo
Getuk Golan Ponorogo

Bantarangin.Net – Mitos Gethuk Golan Ponorogo. Pernah dengar Nama Desa Golan ?. Jika anda orang asli Ponorogo tentu tak asing dengan legenda perseteruan desa Golan dan Mirah. Tetapi kali ini kita tidak akan membahas itu. Kita akan membahas makanan khas dari desa Golan Kabupaten Ponorogo yaitu “Gethuk Golan” Ponorogo.

Dahulu lebih dari 70% penduduk desa Golan membuat dan menjual gethuk golan ini. Waktu itu, gethuk yang di buat masyarakat desa Golan masih gethuk murni berwarna putih berbahan utama singkong tanpa ada tambahan gula merah. Namun saat ini hanya tinggal sekitar 12 orang yang masih bertahan memproduksi dan menjual Gethuk Golan.

Disamping Itu Gethuk Golan Ponorogo ini juga mempunyai mitos yang melakat sejak dahulu. Apa saja mitos Gethuk Golan Ini yuk kita simak dari penelusuran tim Bantarangin News. Ya untuk mitos Gethuk Golan ini sendiri masih hampir sama dengan mitos mitos kuliner dari ponorogo lainya. Mitos tersebut selain getuk golan asale songko telo dan bisa membuat kenyang jika makan 10Porsi/Buntel juga tidak boleh dimakan bersamaan dengan tempatnya/buntel alias godong gedang karena kalau dilihat orang kesanya kurang pantas alias NGGRAGAS bin NGGLATAK.

Tidak hanya itu saja untuk mitos gethuk golan ponorogo ini, Masih ada beberapa mitos lagi yakni Regone Murah tidak bakal menghabiskan sawah sak kedok untuk menikmati seporsi Gethuk Golan ini. Jika anda penasaran dengan mitos getuk golan tersebut bisa anda buktikan ke tempat penjualan gethuk golan ponorogo langsung.

Untuk mendapatkan gethuk Golan yang asli, mau tak mau anda harus pergi ke desa Golan karena kalo bukan dari desa Golan namanya bukan gethuk golan lagi.  Dari pusat kota ( Pasar Legi ) lurus ke arah barat krg lebih 5 km hingga perempatan Kerun Ayu, belok ke utara 1 km sampai di desa Golan. Ada plang Getuk Golan di jalan Srikaton , masuk ke arah barat 100 meter. Anda tanya orang saja, banyak yang tahu. Mitos Gethuk Golan Ponorogo