SUKAI HALAMAN INI JIKA ANDA BELUM MENYUKAI :
Malaysia Kembali Caplok Pulau Milik Indonesia
Malaysia Kembali Caplok Pulau Milik Indonesia

Bantarangin.Net  Malaysia Kembali Caplok Pulau Milik Indonesia. Sengketa wilayah antara Indonesia dan Malaysia kembali mencuat. Isu paling akhir adalah klaim Malaysia atas tanah seluas 180 hektare di Pulau Kayu Mati, Nunukan.

Dilansir dari jpnn.com, disebutkan bahwa jik mengacu pada hukum traktat 18 dan 19 serta pejanjian silam antara Inggris dan Hindia Belanda, wilayah tersebut merupakan area perbatasan dari kedua negara yang harus dibagi sesuai dengan garis bujur empat derajat sepuluh menit.

Warga sekitar juga memberikan kesaksian yang menguatkan bahwa wilayah tersebut adalah masih dalam kekuasaan Indonesia. Warga menyatakan jika di tempat tersebut terdapat pilar besar yang bertuliskan IND-HB. Tulisan itu mengartikan Indonesia-Hindia Belanda.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kaltara Sanusi mengatakan, hingga kini seluruh pulau yang didominasi hutan bakau tersebut telah dikuasai oleh pemerintah Malaysia.

Ia juga memberikan keterangan jika Malaysia telah membangun jembatan serta pos penjagaan di pulau tersebut semenjak tahun 2014.

“Kita harus memahami betul, bahwa sedimentasi yang berada di pulai Kayu Mati itu tinggi. Kalau itu dibiarkan pascapembangunan jembatan dan pos pengamanan di wilayah tersebut oleh pihak Malaysia, maka kemungkinan bergerak batas akan memperkecil ke dalam wilayah Indonesia,” tuturnya, Kamis (28/7/2016).

Maret lalu, Sanusi juga telah memberikan keterangan bahwa berdasarkan hitungannya, Malaysia telah mengambil tanah milik Indonesia sekitar 180 hektare.

“Kami menghitung dengan Bappeda, daratan kita yang hilang sekitar 180 hektare,” ujarnya, Kamis (31/3/2016), dikutip dari tribunnews.com.

Ia mempertanyakan sikap Malaysia yang tiba-tiba membangus jembatan di wilayah yang menurut penjelasan orang-orang sekitar masih milik Indonesia.

“Kok tiba-tiba Malaysia memasang jembatan di sana? Itu wilayah yang diklaim masih wilayah Indonesia,” katanya.

Ia juga menjalaskan jika dia telah berkomunikasi dengan Badan Nasional pengawas perbatasan (BNPP), namun masih belum mendapatkan hasil. “BNPP belum tau jelas permasalahannya, sehingga belum ada pembicaraan mendalam mengenai Pulau Kayu Mati,” tuturnya.

Indonesia dan Malaysia telah beberapa kali terlibat sengketa wilayah di perbatasan. Tercatat Indonesia pernah kehilangan pulau Sipadan dan Ligitan

 

Malaysia Kembali Caplok Pulau Milik Indonesia

Sumber : suratkabar.id