SUKAI HALAMAN INI JIKA ANDA BELUM MENYUKAI :
Belok Mendadak, Pengendara Tewas Ditabrak Pengendara Lain Jalan Soekarno Hatta
Belok Mendadak, Pengendara Tewas Ditabrak Pengendara Lain Jalan Soekarno Hatta

Bantarangin.Net – Belok Mendadak, Pengendara Tewas Ditabrak Pengendara Lain Jalan Soekarno Hatta. Berbelok sembarangan tanpa mengindahkan arus lalu lintas bisa berakibat fatal. Kemarin (18/7) sekitar pukul 06.00, di Jalan Soekarno-Hatta, seorang ibu harus meregang nyawa lantaran anak yang memboncengnya berbelok sembarangan. Keduanya ditabrak pengendara dari arah belakang lantaran tidak bisa menghindari haluan tiba-tiba sang anak. Akibatnya, sang ibu harus meninggal di rumah sakit dan anaknya masih dirawat intensif di RSUD dr Harjono.

Kanit Laka Satlantas Polres Ponorogo Ipda Edy Sucipta menuturkan, korban meninggal dunia adalah Retno Sepfiani, 48, warga Keniten, Ponorogo. Saat kejadian, Retno dibonceng anaknya, Muhammad Faqih, 16, mengendarai motor AE 5285 VN. Faqih mengendarai motornya dengan kecepatan sekitar 40 kilometer per jam dari arah utara. Di tengah jalan, tiba-tiba saja Faqih ganti haluan dan berbelok ke kanan. ‘’Faqih diketahui tidak menyalakan lampu sein,’’ ujarnya.

Tak disangka, di belakang Faqih ada pengendara lain yang juga memacu sepeda motornya. Dia adalah Dani Eko Prasetyo, 24, warga Ngrupit, Jenangan. Dani yang mengendarai sepeda motor berpelat AE 3454 VH tidak bisa menghindari Faqih yang berbelok mendadak. Tabrakan pun tidak terhindarkan. ‘’Akhirnya terjadi tabrak samping antara dua pengendara sepeda motor tersebut,’’ jelasnya.

Akibat kejadian itu, Faqih dan Retno menderita luka parah di bagian kepala. Sementara, Eko babras di bahunya. Faqih dan Retno langsung dilarikan ke RSUD dr Harjono. Meski sudah mendapat perawatan di rumah sakit, nyawa Retno tidak tertolong. Sementara Faqih masih dirawat intensif atas luka yang dideritanya. ‘’Sebenarnya di TKP Retno masih sadarkan diri. Tapi akhirnya tidak tertolong karena ada pendarahan dan pembengkakan di bagian kepala,’’ terangnya.

Kerugian materiil yang harus diderita Eko dan Faqih akibat lakalantas tersebut mencapai sekitar Rp 2 juta. Menurut Edy, dari hasil olah TKP tersangka lakalantas tersebut adalah Faqih. Dia tidak menaati etika berlalu lintas yang benar lantaran saat berbelok tidak mengutamakan arus lalu lintas. Pun, Faqih juga tidak menyalakan lampu sein, dan dia juga tidak memiliki SIM. ‘’Titik lakalantas juga bukan termasuk black spot. Ini murni karena kelalaian pengendara sepeda motor dalam berkendara,’’ ujarnya.(mg4/irw)

 

Belok Mendadak, Pengendara Tewas Ditabrak Pengendara Lain Jalan Soekarno Hatta

Sumber : Radar Madiun