SUKAI HALAMAN INI JIKA ANDA BELUM MENYUKAI :
Jalan KM 170 Madiun Ponorogo Minta Diruwat
Jalan KM 170 Madiun Ponorogo Minta Diruwat

Bantarangin.Net – Jalan KM 170 Madiun Ponorogo Minta Diruwat. Geger Madiun, Ruas Jalan Madiun-Ponorogo sekitar KM 170 tampaknya butuh diruwat. Sebab, dalam kurun sebulan terakhir di sekitar kilometer itu sudah terjadi dua kecelakaan maut. Setelah, pada Minggu awal bulan lalu (3/3) menewaskan seorang pengendara sepeda motor yang terjatuh, kini giliran pengendara sepeda motor lain ikut meregang nyawa.

Kecelakaan terkini itu terjadi persis di KM 173-174, Sabtu akhir pekan kemarin (16/7). Antara Bus Restu nomor N 7605 UG, mobil Daihatsu Taruna nomor AE 1343 EI dan sepeda motor Yamaha Vega ZR nomor AE 6858 FF. Insiden mengerikan itu menewaskan Nofa Efendi, 26, warga Desa Banjarsariwetan, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun. Pun, sepeda motor Yamaha Vega yang dikendarai karyawan PT Alasada itu hancur lebur. ‘’Kecelakaan bemula saat korban berhenti di tengah saat hendak menyeberang menuju kantornya di seberang jalan. Tiba-tiba saja dari Bus Restu yang melaju dari belakang menabraknya,’’ ungkap saksi mata, Lucky.

Begitu ditabrak Bus Restu dari utara, korban langsung terhempas ke sisi timur. Mobil Daihatsu Taruna yang melaju dari selatan tak bisa menghindari dan ikut menabrak korban. Seketika itu, korban menghembuskan napas terakhirnya di tempat. Petugas yang datang ke tempat kejadian perkara (TKP) langsung mengamankan kendaraan dan melarikan korban ke RSUD Dolopo guna menjalani visum et repertum. ‘’Saat kejadian, arus lalu lintas sedang ramai. Karena itu pula, korban sempat berhenti di tengah jalan sebelum menyeberang,’’ jelas Kasat Lantas Polres Madiun AKP Ramadhan Nasution.

Sesaat setelah insiden tersebut, sopir Bus Restu, Bagus warga Kertosono, Nganjuk langsung melarikan diri. Sementara kondektur bus yang masih dalam kondisi ketakutan langsung diamankan petugas ke Polres Madiun guna menghindari amukan masa. ‘’Sampai sekarang sopir bus masih dalam pengejaran kami,’’ ungkapnya.

Kondisi sepeda motor korban yang hancur cukup mengundang perhatian pengguna jalan yang melintas. Begitu pula dengan bumper depan Bus Restu yang ikut copot. Sementara Mobil Daihatsu Taruna juga penyok pada bodi depan akibat kerasnya benturan. ‘’Setelah kecelakaan sempat terjadi macet hingga dua kilometer dari dua arah. Selain karena banyak yang berhenti untuk melihat kecelakaan, banyak penumpang bus yang akhirnya turun ke jalan dan menanti operan bus lain,’’ ujarnya.

Atas insiden kecelakaan yang kembali terulang ini, Ramadhan mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar lebih berhati-hati. Terutama saat menyeberang di ruas jalan padat. Terlebih pada ruas jalan yang kerap dilalui kendaraan besar, seperti bus dan truk. Pengguna jalan juga harus mempertimbangkan jarak kendaraan yang melintas di belakangnya sebelum menyeberang. ‘’Sebaiknya, tunggu lalu lintasnya sepi dahulu baru menyeberang,’’ pungkasnya. (mg6/fin)

 

Jalan KM 170 Madiun Ponorogo Minta Diruwat

Sumber : Radar Madiun