SUKAI HALAMAN INI JIKA ANDA BELUM MENYUKAI :
Polres Ponorogo Bongkar Sindikat Pencurian Mobil
Polres Ponorogo Bongkar Sindikat Pencurian Mobil

Bantarangin.Net – Polres Ponorogo Bongkar Sindikat Pencurian Mobil. Teman tidak selalu bisa dipercaya. Apalagi yang baru dikenal. Seperti dialami Sobri Darwito, 44, warga Kebumen, Jawa Tengah. Pada Minggu, 28 Juni 2015 dia harus kehilangan harta bendanya. Pelakunya, dua temannya sendiri, Rifandi, 49, warga Purwokerto dan Ahmad Riyadi, 45, warga Banyumas. Dia harus kehilangan handphone, dompet dan mobil Daihatsu Xenia. Butuh waktu lama polisi mengungkap kasus ini karena kelompok pencurian tersebut sudah berpengalaman.

Kapolres Ponorogo AKBP Harun Yuni Aprin mengatakan, polisi baru berhasil menangkap dua dari empat pelaku yang terlibat. Itu pun kedua pelaku ditangkap Polresta Jogjakarta atas dugaan kasus serupa di Kota Gudeg. Yakni Rifandi, 49, warga Purwokerto dan Ahmad Riyadi, 45, warga Banyumas. ‘’Ahmad Riyadi saat ini sudah menjalani hukuman di Rutan Wirogunan Jogjakarta. Sedangkan satu tersangka lain, Rifandi, kami proses di Polres Ponorogo atas kasus curat di Hotel Kencana Dewi,’’ terangnya.

Selain kedua tersangka tersebut, polisi menyebut dua lainnya sudah masuk daftar pencarian orang. Keduanya yakni Dwi Hantoro, 40, warga Kediri dan Sugik, 40, warga Trenggalek. Selain baru satu tersangka yang diamankan Polres Ponorogo, juga barang bukti berupa BPKB mobil milik Sobri. ‘’Sementara mobilnya juga masih dalam daftar pencarian barang,’’ tambahnya.

Harun menjelaskan, awal aksi curat yang menimpa Sobri terjadi Minggu, 28 Juni 2015. Kala itu, Sobri menginap di Hotel Kencana Dewi, Jalan Diponegoro, Ponorogo bersama Rifandi dan Ahmad Riyadi. Sekitar pukul 22.00, Sobri diberi minuman air putih oleh Rifandi. Rupanya air minum itu sudah dicampur obat tidur oleh Rifandi. Sobri tanpa sadar meminumnya. Tidak lama, dia terlelap. ‘’Dia baru bangun pada Rabu. Saat itu, harta bendanya sudah raib,’’ ujarnya.

Ya, lantaran obat tidur yang diberikan begitu kuat, Sobri baru terbangun selang tiga hari kemudian. Begitu tersadar, dia menyadari barang berharga miliknya mulai handphone dan dompet sudah raib. Kunci mobil juga tidak dia temukan di kamar hotel. Sobri lantas bergegas mengecek ke parkiran hotel. Di parkiran, mobil Daihatsu Xenia putih nopol AA 9013 HDyang dia bawatidak ada. ‘’Korban kemudian melapor kepada petugas hotel. Namun, petugas hotel juga tidak mengetahui dimana keberadaan mereka,’’ jelasnya.

Sobri lantas melapor ke Polres Ponorogo. Dia lantas pulang ke Kebumen. Di Kebumen, Sobri kembali mencoba menghubungi kedua temannya, tapi tak membuahkan hasil. ‘’Mereka terorganisir, punya pembagian tugas yang jelas dalam satu kelompok,’’ ungkapnya.

Rifandi dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama tujuh tahun. Harun menyebut Rifandi seorang residivis. Pun, dia sudah dipastikan melakukan tindak kriminal serupa di berbagai daerah lain. Modus yang digunakan dia dan kelompoknya juga sama, membius korban lalu membawa harta bendanya. ‘’Salah satunya dilakukan di Jogjakarta hingga kemudian tertangkap. Saat ini, mobil serta pelaku yang membawa mobil tersebut sudah diidentifikasi dan masih dalam pencarian,’’ ujarnya.

Sumber : Radarmadiun.co.id

http://www.radarmadiun.co.id/detail-berita-2993-minuman-dicampuri-obat-tidur-xenia-dibawa-kabur.html