SUKAI HALAMAN INI JIKA ANDA BELUM MENYUKAI :
Perampokan Paju Ponorogo Pelaku Pereteli Cincin Nenek
Perampokan Paju Ponorogo Pelaku Pereteli Cincin Nenek

Bantarangin.Net – Perampokan Paju Ponorogo Pelaku Pereteli Cincin Nenek. Sederet kasus kriminalitas mengemuka beberapa hari terakhir. Teranyar menimpa Limbruk, 87, warga Kelurahan Paju yang harus kehilangan delapan cincin miliknya, kemarin (13/6). Cincin emas dengan berat total sekitar 27 gram tersebut dipereteli kawanan pencuri di dalam mobil tersangka tepat di depan tempat tinggalnya. Korban sempat dibekap lantaran menolak menyerahkan perhiasan. Korban ditinggal begitu saja dipinggir jalan setelah beraksi.

Ceritanya begini. Tersangka berjumlah tiga orang tersebut datang mengendarai mobil dari selatan sekitar pukul 05.00. Mereka berdalih sedang mengantarkan kiai dan sedang kebingungan mencari alamat. Pengemudi yang kali pertama turun menanyakan kepada korban. Dua tersangka lain menunggu di dalam mobil. Seorang di antaranya menyaru sebagai kiai lengkap dengan surban, duduk di kursi belakang. Pengemudi membujuk korban agar masuk ke dalam mobil. ‘’Saya dibilang sakit. Katanya mau diobati sama kiai dan disuruh masuk,’’ kata Limbruk, kemarin.

Di dalam mobil, ritual dimulai. Akting bak pengobatan alternatif dilakukan tersangka lengkap dengan ubo rampe. Gelagat jahat tersangka mulai tercium kala meminta korban melepas cincin dan menaruhnya di atas kain yang dipegang tangan tersangka. Bukan hanya satu. Namun, tersangka meminta korban melepas semua cincinnya. Total ada delapan cincin melingkar di jari telunjuk dan jari manis korban. Nenek renta yang tinggal sendiri itu pun menolak. ‘’Saat saya mau turun, pintu (mobil) malah ditutup. Mulut saya lalu dibekap,’’ terangnya sembari menyebut tersangka kiai yang membekapnya.

Sedang, tersangka lain yang duduk di kursi depan mulai melepas perhiasan korban. bagian leher dan pergelangan tangan korban juga digerayangi. Mobil dijalankan agar masyarakat tidak curiga. Korban lantas mengaku pasrah agar dilepaskan. Total perhiasan yang amblas senilai Rp 10 juta. Limbruk sempat diajak berkeliling hingga jembatan Jenes lantas putar balik kembali ke arah paju. Tersangka menurunkan korban di utara jembatan Paju lantas kabur ke arah Pacitan. ‘’Saya bilang, kalau tidak akan teriak tapi jangan diapa-apakan. Kemudian saya dilepaskan,’’ jelasnya.

Sulastri, anak korban menyebut beberapa hari terakhir kerap berhenti mobil cukup lama di dekat toko kelontong milik ibunya tersebut. Info didapatnya dari tetangga kiri kanan ibunya. Korban diduga sudah menjadi sasaran empuk. Apalagi korban tinggal sendiri. Sulastri yang mendapat informasi langsung melaporkan kejadian ke polisi. ‘’Ada yang melihat ibu saya diminta masuk ke dalam mobil. Tapi karena ibu saya punya usaha toko kelontong, ya dipikir urusan jual beli biasa,’’ ungkapnya.

Kasat Reskrim Polres Ponorogo AKP Rudi Darmawan mengaku belum menerima laporan peristiwa tersebut. Namun, informasi yang diterimanya, petugas sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Tersangka diduga sudah memantau situasi dan kondisi korban beberapa hari sebelum beraksi. Pihaknya kini tengah memburu tersangka. ‘’Tersangka cukup rapi dalam beraksi. Kemungkinan bukan pelaku baru,’’ ujarnya. (agi/irw)

Sumber : Radarmadiun.co.id

www.radarmadiun.co.id/detail-berita-2970-perampokan-di-paju-pelaku-pereteli-cincin-nenek.html