SUKAI HALAMAN INI JIKA ANDA BELUM MENYUKAI :
Jambret Di Ponorogo Semakin Merajalela
Jambret Ponorogo Semakin Merajalela

 

Bantarangin.Net – Jambret Di Ponorogo Semakin Merajalela. PONOROGO – Jambret di Ponorogo seperti semakin ngece polisi. Pasalnya kasus jambret berulah (lagi) di Ponorogo. Setidaknya dalam dua minggu terjadi di wilayah hukum Ponorogo.

Kali ini, korbannya Sukini (43) karyawati di salah satu swalayan di Ponorogo. Sukini dijambret saat mau berangkat kerja sekitar pukul 11.00 Wib.

Sukini mengatakan saat itu dia akan belok ke kiri, tepat tikungan toko Murni. “Jambret langsung mengambil tas kecil yang saya cangklong,” katanya kepada beritajatim.com.

Untuk isi tas kecil tersebut berupa sim, stnk dan uang sebesar Rp 200 ribu.  Dia menambahkan jambret sempat menendang dirinya karena mencoba mempertahankan tasnya.

Sementara ciri pelaku jambretnya, Sukini mengatakan ada dua pelaku berboncengan. “Perawakannya kecil menggunakan kaos merah dan berkendaran matic hitam,” tambahnya.

Di sisi lain, Kasat Reskrim Polres Ponorogo, AKP Rudi Darmawan mengatakan memang sudah beberapa kali jambret berulah di Ponorogo. Setidaknya dalam dua minggu ada lima kejadian penjambretan yang dilaporkan dan sedang diusut.

Untuk ciri pelaku, Rudi mengaku sudah memegangnya. Namun dia tidak mau mengatakan secara gamblang apakah jambret tersebut komplotan atau per seorangan. “Polanya sudah kami pelajari dan masih dalam perkembangan,” katanya.

Untuk sekadar diketahui keempat kasus yang dilaporkan yaitu penjambretan pertama, Siti Munawaroh, 33, warga desa/kecamatan Balong, dijambret di jalan Pasar Balong, (21/5/2016). Saat berkendara, dompetnya dia tenteng hingga pelaku dengan mudahnya mengincar. Saat Siti hendak memasukkan ke bagasi sepeda motor, penjambret lebih cepat menyerobot dompet Siti.

Korban kedua, Hastuti Aning Wahyu, 53, warga jalan Kiai Hasan Besari, Kauman, Ponorogo, dijambret di MT Haryono, (23/5/2016). Dompet diletakkan di bagasi dashboard. Guru SDN 2 Banyudono tersebut dijambret pelaku saat kecepatan kendaraan cukup tinggi. Sehingga, tinggi rendahnya kecepatan kendaraan tidak menutup celah bagi penjambret.

Korban ketiga, Legiati Gangsar, 44, warga jalan Mayjen Sutoyo, Cekok, Babadan. Dia dijambret di jalan Batoro Katong, (27/5/2016). Dompet juga dia letakkan di bagasi dashboard sepeda motor.

 

Jambret Di Ponorogo Semakin Merajalela

Sumber : Indosurya