SUKAI HALAMAN INI JIKA ANDA BELUM MENYUKAI :
Benerin Air Macet, PNS Jenangan Ponorogo Tewas Tercebur Penampungan Air
PNS Jenangan Ponorogo Tewas Tercebur Penampungan Air

Bantarangin.Net – Benerin Air Macet, PNS  Jenangan Ponorogo Tewas Tercebur Penampungan Air. Warga Dukuh Trenceng, Desa Mrican, Kecamatan Jenangan Ponorogo dikejutkan dengan tewasnya Sumarwanto(57) warga desa setempat, karena tercebur tempat penampungan air dipekarangan belakang rumah milik Sriningsih, Minggu(08/05/2016).

Kejadian bermula saat aliran air PDAM dirumah korban macet, sehingga korban berniat untuk mengambil air dipenampungan air (blumbang) milik Sriningsih. “Awalnya yang punya belik atau blumbang itu berniat mengambil air, dan melihat Pak Marwanto terapung di belik tersebut,”ucap Kades Mrican Adi Purnomo Sidik.

Korban dari pagi sudah tidak terlihat, sehingga keluarga korban berusaha untuk mencarinya. Anggota Polsek Jenangan saat melakukan olah TKP Disaat hendak mengambil air, Sriningsih melihat korban mengapung dalam penampungan air (blumbangan) miliknya. Saat itu juga Sriningsih segera memberitahukan kepada warga yang kemudian bersama-sama melakukan evakuasi jenazah korban.

Pagi ini tadi dan beberapa hari kan air PDAM tidak mengalir, sehingga Pak Marwanto mengambil air di belik atau blumbang milik Bu Sriningsih. Kemungkinan saat mengambil air tersebut Pak Marwanto terpeleset dan jatuh tercebur ke dalam blumbang yang akhirnya meninggal,”ucap Adi Purnomo Sidik. Menerima laporan ada salah satu warganya meninggal tercebur penampungan air tersebut, Kades kemudian meneruskan ke Polsek Jenangan. Dari informasi yang berhasil dihimpun, selama ini korban memiliki riwayat sakit sesak napas dan sering pingsan. Diduga korban meninggal dunia dikarenakan sesak napasnya kumat dan saat mengambil air di penampungan air ,  korban terpeleset yang kemudian masuk tercebur ke dalam penampungan air tersebut.

Dari hasil pemeriksaan luar yang dilakukan tim identifikasi Polres Ponorogo bersama petugas medis Puskesmas Jenangan, ditemukan luka pada pelipis kepala, punggung belakang lebam, kemaluan mengeluarkan sperma, dan mulut menggigit.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan, bahwa korban telah meninggal dunia disebabkan murni karena kecelakaan dan tidak diketemukan tanda-tanda bekas penganiayaan,”ucap Kapolsek Jenangan, AKP Suwito