SUKAI HALAMAN INI JIKA ANDA BELUM MENYUKAI :
Dua Turis Hilang saat Selfie, Wisata Kedungtumpang Ditutup
Dua Turis Hilang saat Selfie, Wisata Kedungtumpang Ditutup

Bantarangin.Net – Dua Turis Hilang saat Selfie, Wisata Kedungtumpang DitutupTULUNGAGUNG – Polisi menutup lokasi wisata bahari pantai selatan Kedungtumpang di Kecamatan Pucanglaban, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Penutupan itu menyusul hilangnya dua turis lokal asal Jawa Tengah setelah tergulung ombak pantai.

Kapolsek Pucanglaban AKP Reta Hardiana menegaskan bahwa penutupan sementara yang disertai pemasangan garis polisi di tempat kejadian perkara (TKP) untuk mempermudah pencarian korban.

“Seluruh personel dikerahkan untuk melakukan penyisiran bibir pantai,” ujar Reta kepada wartawan, Jumat (6/5/2016).

Kedua korban yang hilang terseret arus adalah Muhammad Erik (25), warga Desa Sembungrejo, Semarang; dan Khoirul Imam (25), warga Desa Jamus Mranggen, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak. Pada Kamis 5 Mei 2016, keduanya diketahui terjatuh dari atas batu karang kemudian terseret ombak besar.

(Baca: Pantai Kedung Tumpang Tulungagung )

Peristiwa itu terjadi saat korban bersama dua temanya yakni Imam Wahyudi (25) dan Joko Budianto (25) sedang berfoto selfie di tepi karang dengan membelakangi pemandangan lautan bebas.

Muhammad Erik bertindak sebagai pemotret. Belum sempat menikmati hasil jepretan, ombak besar langsung menghantam keempatnya. Gelombang besar laut selatan memang datang secara periodik.

Tubuh Erik dan Khoirul Imam terseret ke lautan. Sedangkan Imam Wahyudi dan Joko Budianto bertahan dengan berpegangan gugusan batu karang. Meski terluka, kedua warga Demak itu selamat.

Menurut Reta, pencarian korban yang melibatkan gabungan Tim Basarnas Trenggalek, BPBD Tulungagung dan Koramil 0807/19 Pucanglaban hingga kini belum membuahkan hasil.

“Selain itu pencarian juga terkendala ombak besar. Karena itu, fokus penyisiran di bibir pantai dan penutupan sementara akan berlaku hingga proses pencarian selesai,” sebut Reta.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Adi Sucipto, mengungkapkan sudah sering mengimbau pengunjung Pantai Kedungtumpang untuk tidak ber-selfie di bibir karang. Petugas bahkan telah memasang tanda larangan bahaya agar pengunjung tidak terlalu dekat lokasi.

Hal itu mengingat kunjungan wisatawan di Kedungtumpang mencapai ratusan orang per harinya. Namun, kenyataannya masih saja ada satu-dua turis yang mengabaikan peringatan itu.

“Sebab, ombak di sini (Kedungtumpang) memang ganas. Dengan adanya kejadian ini semoga semuanya bisa semakin waspada dan tidak meremehkan alam yang ada,” ujarnya.

Dua Turis Hilang saat Selfie, Wisata Kedungtumpang Ditutup

(sal) OkeZone