SUKAI HALAMAN INI JIKA ANDA BELUM MENYUKAI :
Purel Karaoke Suzana Ponorogo di Gerebek Saat Nyabu
Purel Karaoke Suzana Ponorogo di Gerebek Saat Nyabu

Bantarangin.Net Purel Karaoke Suzana Ponorogo di Gerebek Saat Nyabu. PONOROGO – RA (33) warga Jalan Bojongloa, nomor 176/92 RT 03/RW 05 Kelurahan Panjunan, Kecamatan Asta Anyar, Kota Madya Bandung di cokok anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Ponorogo, karena kedapatan menggunakan sabu, saat berada di salah satu tempat karaoke Suzana, yang berlokasi di Jalan MT Haryono, Kabupaten Ponorogo, Kamis (21/4/2016) malam.

Dari tangan tersangka (TSK) Polisi menyita sejumlah barang bukti, diantaranya satu bungkus rokok filter menthol, satu plastik klip berisi serbuk kristal warna putih diduga sabu berat kotor 0,42 Gram, satu buah sedotan warna putih, satu buah tutup botol air minum kemasan dengan dua lubang, dua buah korek api gas, dua lembar kertas tisu, satu buah pipet kaca yg terdapat sisa sabu, satu botol.air minum kemasan 330 mililiter.

Keterangan yang di himpun Surya di Polres Ponorogo menyebutkan, penangkapan wanita cantik asal Kota Bandung yang bekerja sebagai pemandu lagu (PL) di rumah Karaoke Suzana

di Jalan MT Haryono, Kelurahan Mangkujayan, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo itu berawal dari laporan pengunjung yang mencurigai gerak gerik tersangka.

“Setelah dilakukan penyelidikan dan pendekatan dengan pihak rumah hiburan tersebut, kami langsung masuk ke room 07. Selain menangkap tersangka RA, Polisi juga menemukan sejumlah barang bukti termasuk sabu seberat 0,42 Gram dalam kondisi kontor,”kata Kasubbag Humas Polres Ponorogo AKP Harjadi kepada Surya, Jumat (22/4/2016).

Tersangka RA, lanjut Kasubbag Humas Harjadi, dijerat dengan pasal 112 ayat 1 UU RI NO.35 TH 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman penjara minimal empat tahun dan maksimal 12 tahun, dan denda paling sedikit Rp. 800.000.000,00 (delapan ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp. 8.000.000.000,00 (delapan miliar rupiah).

“Tersangka RA ini tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan narkotika golongan satu, bukan tanaman. Akibat perbuatannya itu, dia dijerat pasal 112 ayat 1 UU RI Nomor 35, Tahun 2009. Ancaman hukuman maksimal 12 tahun dan denda Rp 8 miliar,”jelas AKP Harjadi.

Dikatakan AKP Harjadi, Tersangka RA kini masih dilakukan pemeriksaan untuk didalami asal bubuk kristal itu, dan kini ditahan di Satresnarkoba Mapolres Ponorogo, setelah pemeriksaannya sempurna (P21), akan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Ponorogo untuk disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) setempat.

“Polisi masih mendalami asal usul bubuk kristal putih yang dimiliki. Setelah dirasa cukup dilimpahkan ke PN untuk disidangkan,”kata Kasubbag Humas Polres Ponorogo AKP Harjadi kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).