SUKAI HALAMAN INI JIKA ANDA BELUM MENYUKAI :
Longsor Talun Ngebel, Ratusan Warga Mengungsi
Longsor Talun Ngebel. Mereka khawatir jika terjadi longsor susulan yang lebih besar, karena akan menimpa rumah tempat warga tinggal yang posisinya tepat dibawah tebing yang retak.

Bantarangin.Net Longsor Talun Ngebel, Ratusan Warga Mengungsi. PONOROGO, – Akibat hujan deras yang terus turun di lereng Gunung Wilis, khususnya di Desa Talun, Kecamatan Ngebel kabupaten Ponorogo, Bukit di dekat Dusun Mblumbang mengalami longsor akibat tergerus air. Karena lokasi longsor persis di atas perumahan warga, akhirnya warga sekitar trauma dan memilih mengungsikan diri ke Balai Desa setempat.

Informasi yang berhasil dihimpun kotareyognews.net, sampai saat ini, Selasa (19/04/2016) terdapat sebanyak 105 warga desa Talun yang mengungsi di balai Desa. Mereka khawatir jika terjadi longsor susulan yang lebih besar, karena akan menimpa rumah tempat warga tinggal yang posisinya tepat dibawah tebing yang retak.

Karena ancaman tersebut, ratusan warga Talun ini mengosongkan rumah-rumah mereka dan mengungsi memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman. Selain ke balai desa, warga juga mengungsi ke rumah saudaranya yang lebih aman.

Hingga saat ini, ratusan warga yang mengungsi akibat bencana tanah longsor dikabarkan kondisinya sangat memprihatinkan. Selain di balai Desa tidak ada dapur umum, bantuan dari pemerintah termasuk selimut, dan obat-obatan belum juga datang.

Bahkan saat ini ada enam pengungsi yang mengalami lemah jantung dan syok. Mereka tampak kedinginan dan membutuhkan segera bantuan tim medis. Keenam warga itu, merupakan bagian dari 105 orang yang mengungsi di Balai Desa Talun, kecamatan Ngebel kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

Yang lebih memprihatinkan lagi, para pengungsi tidur di lantai balai desa dan bangunan gedung terbuka. Udara dingin masuk kedalam balai desa yang terbuka tak berpintu. Apalagi saat malam hari, udara yang sangat dingin dan banyak mengandung air membuat beberapa orang ini sakit.

“Ada enam orang pengungsi jatuh sakit karena kedinginan, batuk pilek, dan terkena serangan jantung. Warga yang jatuh sakit ditempatkan di pos kesehatan desa atau poskesdes,” ujar Kristina, bidan desa setempat.

Meskipun kondisi pengungsian sangat membahayakan bagi kesehatan, namun para pengungsi ini tetap memilih bertahan. Mereka memilih tetap berada di balai desa karena lokasinya aman dari bencana lonhsor.