SUKAI HALAMAN INI JIKA ANDA BELUM MENYUKAI :
pembunuhan madiun outsider
Pembunuhan Madiun, Preman Kampung Tewas Di Keroyok Outsider

Bantarangin.NetPembunuhan Madiun, Preman Kampung Tewas Di Keroyok Outsider. Madiun – Puluhah remaja yang menamakan kelompok Outsieder atau Punk berhasil ditangkap Jajaran Sat Reskrim Polres Madiun dan Polsek Balerejo. Pasalnya, puluhan remaja ini terbukti telah melakukan pengkeroyokan hingga mnyebabkan tewasnya preman kampung di pematang sawah masuk Desa/Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, Minggu (27/3) pukul 05.30 Wib.

Informasi yang dihimpun tim adakitanews.com, tewasnya sesosok pria ini pertama kali diketahui warga setempat. Penemuan mayat ini langsung dilaporkan ke Polsek Balerejo dan diteruskan ke Polres Madiun.

Usai petugas identifikasi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), lalu meminta keterangan sejumlah saksi. Hasilnya, diketahui nama korban. Kemudian masuk sejumlah nama yang diduga pelaku pengeroyokan yang mengakibatkan kematian. Sekitar pukul 11.15, satu pelaku berhasil ditangkap atau kurang dari 7 jam, setelah penemuan jasad korban,” jelas Kapolres Madiun AKBP Yoyon Tony Surya Putra, Senin (28/03).

Korban diketahui bernama Rizky Putra Agustin, 19, sebagai preman kampung, warga Desa Purworejo, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun. Dugaan sementara pelaku pengeroyokan sebanyak 10 orang. Pelaku pertama yang dibekuk yaitu Rochim,23, warga Desa Sembungan, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban. Pelaku menyabet wajah korban sebanyak 4 kali dengan pisau dapur, memukul pakai batu 9 kali dan memukul dengan tangan kosong sekali.

Berikutnya, ditangkap pelaku utama yaitu Imam Sunardi, 22, Kelurahan Langensari, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, Jateng. Peran pelaku ini adalah memukul korban menggunakan batu sebanyak 5 kali, memegangi korban agar dipukuli teman-teman lainnya dan ikut membuang jasad korban. Sedangkan, pelaku lain hanya sekali memukul dan ada yang ikut membuang jasad korban di pematang sawah.

Kemudian, Amir Alfian Tri Cahyo, 23, warga Desa Ketawang, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun. Perannya pelaku ini berperan membersihkan lokasi pengeroyokan untuk menghilangkan jejak. Pelaku lainnya, Muhammad Kukuh T,22, warga Kelurahan Bangunsari, Kecamatan Dolopo berperan mengajak korban untuk diajak minum-minuman keras.  Sedangkan pelaku, Muhammad Dimyati, 22, warga Desa Kepet, Kecamatan Dagangan, ikut membuang korban. Dwi Marianto, 21, warga Desa Mojopurno, Kecamatan Wungu, ikut membuang korban.

Disusul, Khoirul Fajar Pratama, 19, warga Desa Sukorejo, Kecamatan Saradan, menyabet korban dengan sabuk besi ke arah kepala korban dan menentukan pembuangan jasad korban. NN, 18, yang masih tergolong anak di bawah umur, warga Kelurahan Krajan, Kecamatan Mejayan berperan ikut membuang jasad korban, FYDP, 16, dibawah umur Kelurahan Krajan, Kecamatan Mejayan dan TP, 16, dibawah umur warga Desa Sukorejo, Kecamatan Saradan.

“Mereka menamakan dirinya kelompok Outsider atau Punk, menaruh dendam pada korban sering memalak atau merampas peralatan ngamen. Tanpa direncanakan, mereka ajak korban untuk minum-minuman keras di penggilingan padi kosong, Sabtu (26/03) sekitar pukul 22.00 Wib. Dalam keadaan mabuk, korban dihajar bergantian hingga tewas ditempat,” jelas Kapolres Madiun.

Atas perbuatannya, mereka dijerat pasal 170 KUHP, subsider pasal 351 ayat 3 KUHP junto pasal 55 ayat 1 KUHP dengan ancaman 7-12 tahun penjara. Kasusnya kini ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). “Mereka masih menjalani pemeriksaan intensif atas keterlibatannya dalam pengeroyokan yang berakibat kematian,” jelas AKBP Yoyon Tony Surya Putra.(UK)

Keterangan Gambar : Sejumlah barang bukti (BB) yang dipakai 10 pelaku pengeroyokan yang mengakibatkan tewanya warga Kelurahan Krajan, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun.

 

Pembunuhan Madiun, Preman Kampung Tewas Di Keroyok Outsider

Sumber : Adakitanews.com

www.adakitanews.com/preman-kampung-tewas-dikeroyok-remaja-kelompok-outsider/