SUKAI HALAMAN INI JIKA ANDA BELUM MENYUKAI :
Pembunuhan kauman sumoroto tanah warisan
pembunuhan kauman sumoroto

Bantarangin.Net Lantaran Tanah Warisan, Warga Kauman Tewas Dihantam Linggis. Kauman, Sumoroto, Polisi mengamankan MRS(65) warga Dusun Tamanan , Kecamatan Kauman pelaku penganiayaan dengan korban adik iparnya, Slamet (55) hingga tewas, Sabtu(13/02/2016).

Kejadian berawal saat Jum’at(12/02/2016)sekitar pukul 14.00 WIB korban dan saksi Mesiran sedang mengukur tanah warisan orang tuanya dan memasang patok pembatas tanah.

Melihat kejadian itu pelaku mendatangi sembari berkata kepada korban,”kalau mau mengukur tanah agar memberitahu terlebih dulu,”. Cekcok mulut pelaku dan korban terjadi, yang kemudian perkataan pelaku dibalas korban dengan ucapan, “jika mau pukul, pukul saja”.

Mendengar ucapan korban, pelaku lantas mengambil linggis disebelahnya dan memukulkan ke arah kepala bagian atas depan sebanyak dua kali hingga kepala korban terluka dan berdarah.Kejadian tersebut diketahui Sumarem (istri korban) yang juga adik dari pelaku yang kemudian berusaha melerai. Melihat suaminya tersungkur dan bersimbah darah akhirnya ia membawa korban ke rumah sakit Muhammadiyah Jl Diponegoro Ponorogo.

Karena korban menderita luka yang cukup parah dikepala, kemudian korban dirujuk ke RS Darmayu, tetapi takdir berkata lain nyawa korban tak bisa diselamatkan dan meninggal sekitar pukul 22.00 WIB, karena mengalami luka robek dikepala atas depan sepanjang 6 cm, tulang tengkorak atas depan pecah sepanjang 8 cm memanjang dan 6 cm melintang, mata kanan lebam, kemudian jenazah korban dibawa ke RSU dr Hardjono, Ponorogo untuk dilakukan otopsi.

Pelaku saat ini sudah kita amankan untuk kepentingan pemeriksaan,”ucap Kasat Reskrim Polres Ponorogo AKP Hasran.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatanya, pelaku dijerat dengan pasal 338 KUHP dengan ancaman penjara paling lama 15 tahun.(wad)

 

Pembunuhan Kauman Sumoroto Tanah Warisan

Sumber : Setenpo.Com

http://www.setenpo.com/2016/02/Ukur-Tanah-Warisan-Warga-Kauman-di-Hantam-Linggis-Hingga-Tewas.html