SUKAI HALAMAN INI JIKA ANDA BELUM MENYUKAI :
ponorogo terendam banjir
Awal 2016, wilayah selatan ponorogo banjir

 

Bantarangin.Net Awal Tahun, 3 Kecamatan di Ponorogo Terendam Banjir. PONOROGO – Hujan deras yang mengguyur wilayah Ponorogo bagian selatan sejak siang hingga sore hari, Senin (11/01/2016), menyebabkan debit air di sungai naik, dan menyebabkan tanggul sungai jeruk jebol karena tak mampu menahan derasnya arus air.

Akibatnya, empat desa di tiga kecamatan yaitu desa Bancar Bungkal, Bedi Wetan Bungkal, Ngasinan kecamatan Jetis dan desa Bajang kecamatan Balong ponorogo terendam air banjir.

Dari pantauan suarajatimpost.com, wilayah terparah akibat banjir ini adalah desa Ngasinan kecamatan Jetis dan desa Bajang kecamatan Balong. Puluhan hektar sawah yang baru saja selesai tanam diwilayah tersebut juga terendam air dan terancam gagal tanam.

Tak hanya itu, air juga masuk ke pemukiman warga yang menyebabkan puluhan rumah terendam air sekitar 50 centi meter. Penghuni rumah pun terpaksa harus mengungsi kerumah tetangga atau saudara yang rumahnya tidak terkena banjir.

Baca Juga Berita Ponorogo Hari Ini :

  1. Mbah Misdi, Kakek Pengrajin Miniatur Reog Ponorogo
  2. Kecelakaan Di Jetis Ponorogo, Truk Terguling Dan 1 Tewas
  3. Lagi, Warga Sawoo Ponorogo Tewas Tersambar Petir
  4. Jaini, Seorang Janda di Ngawi Tewas Mengenaskan
  5. Perangkat Desa Kebonagung Mesum dengan Siswi SMP

 

Kami terpaksa harus mengungsi mas, karena rumah kami telah kemasukan air setinggi pusar, dan saya dirumah hanya bersama cucu saya,” terang nenek tua Mbah Katemi, menjawab pertanyaan wartawan sambil menggigil kedinginan.

Tak tega melihat kondisi mbah Katemi, tampak beberapa wartawan dari TV Swasta yang sedang melakukan peliputan ikut membantu sang nenek menghindar dari lokasi genangan air.

Wah parah ini, kasian mbah Katemi harus mengungsi dengan kondisi kedinginan dan pakaian yang basah, ditemani mbah Cempluk yang juga sudah renta” terang Wawan, seorang wartawan TV usai menuntun Mbah Katemi.

Sementara itu Katenun, salah satu perangkat desa Bajang mengatakan bahwa desanya tiap tahun sudah menjadi langganan banjir. Meskipun masyarakat sudah kerja bakti swadaya melakukan normalisasi sungai, tapi desanya belum bisa terhindar dari banjir.

“Kami sebetulnya sudah antisipasi hal ini mas, termasuk jauh hari sebelum musim hujan sudah dilakukan pengerukan normalisasi sungai, tapi karena dam Jeruk jebol ya akhirnya begini ini,” terangnya.

Hal senada juga disampaikan seorang warga yang enggan disebut namanya. Dia mengatakan bahwa desanya sudah menjadi langganan banjir. Selain itu dia juga berharap kepada pemerintah daerah, provinsi maupaun pemerintah pusat untuk segera bertindak.

“Pemerintah itu mbok melihat penderitaan kami, sungai Jeruk DAS Solo mbok segera dilebarkan. Tiap kali musim penghujan mesti kebanjiran, kolam ikan kami mesti habis ikanya karena kebawa air. Terlebih sawah kami yang baru saja selesai tanam mas, tahun lalu saja kami harus tanam dua kali,” ungkapnya sedih.( ponorogo banjir )

 

Awal Tahun, 3 Kecamatan di Ponorogo Terendam Banjir

Sumber : http://suarajatimpost.com/banjir-tanggul-jebol-puluhan-rumah-di-ponorogo-terendam-air/