SUKAI HALAMAN INI JIKA ANDA BELUM MENYUKAI :

 

Artikel ini lebih menitikberatkan tentang sebuah wilayah di Kabupaten Ponorogo; the Reyog Land. Ada satu kecamatan di barat pusat kota yang bernama Kauman. Namun di Kecamatan Ponorogo sendiri ada satu kelurahan bernama Kauman. Nah lo? Kok? Namun nama Sumoroto yang sebenarnya merupakan nama desa di Kecamatan Kauman lebih terkenal untuk merujuk wilayah Kecamatan Kauman secara keseluruhan. Exampli Gratia: Ada yang bertanya “Rumahmu mana?” maka dijawab “Sumoroto (padahal yang dimaksud adalah Kecamatan Kauman)” kemudian penanya akan memberikan pertanyaan yang lebih kritis “Sumorotonya mana?” kemudian akan dijawab misalkan “Desa Sumoroto”. Maka itu artinya bahwa penjawab tinggal di Kecamatan Kauman, Desa Sumoroto. Lantas mengapa bisa demikian? Hal ini tidak lepas dari tinjaun historis dari Struktur Pemerintahan Ponorogo pada jaman dulu. Pada saat nama Indonesia masih Hindia-Belanda hingga beberapa tahun pasca Proklamasi; sekitar 1950, ada sebuah struktur yang sekarang sudah tidak ada. Yaitu Karesidenan (regentschappen). Karesidenan merupakan administrasi kewilayahan di atas kabupaten dan di bawah Provinsi. Maka, dahulu di Jawa Timur terdiri beberapa Karesidenan yang dipimpin oleh Residen. Satu karesidenan terdiri dari beberapa Kabupaten (afdeeling). Nah, Ponorogo termasuk ke dalam Karesidenan Madiun. Lalu, dalam Kabupaten Ponorogo terdapat kademangan (yang terdiri dari beberapa kecamatan). Kademangan atau bahasa modernnya adalah Pembantu Bupati (bukan wabup) ini dulu dipimpin oleh Ki Demang. Nah, Ponorogo yang secara geografis berbentuk segitiga terdiri dari Kademangan Sumoroto (daerah barat), Jebeng (selatan), Arjowinangun (timur-selatan), Pulung (timur-utara), dan Ponorogo. Kauman dahulu berada di bawah wilayah Pembantu Bupati Sumoroto. Maka dari itu, nama Sumoroto lebih terkenal daripada Kauman. Apalagi bagi kaum kaum sesepuh di Ponorogo ini. Mereka menyebut Kauman untuk kelurahan Kauman, kecamatan Ponorogo, dan menyebut Sumoroto untuk wilayah kecamatan Kauman. Sumber: Sesepuh dari Guru Bahasa Indonesia saya sewaktu SMP di SMP 2 Ponorogo, Drs. Haryono.

Bantarangin.Net Mengapa Sumoroto Lebih Terkenal daripada Kauman?. Artikel ini lebih menitikberatkan tentang sebuah wilayah di Kabupaten Ponorogo; the Reyog Land. Ada satu kecamatan di barat pusat kota yang bernama Kauman. Namun di Kecamatan Ponorogo sendiri ada satu kelurahan bernama Kauman. Nah lo? Kok? Namun nama Sumoroto yang sebenarnya merupakan nama desa di Kecamatan Kauman lebih terkenal untuk merujuk wilayah Kecamatan Kauman secara keseluruhan.  Exampli Gratia: Ada yang bertanya “Rumahmu mana?” maka dijawab “Sumoroto (padahal yang dimaksud adalah Kecamatan Kauman)” kemudian penanya akan memberikan pertanyaan yang lebih kritis “Sumorotonya mana?” kemudian akan dijawab misalkan “Desa Sumoroto”. Maka itu artinya bahwa penjawab tinggal di Kecamatan Kauman, Desa Sumoroto.

Lantas mengapa bisa demikian? Hal ini tidak lepas dari tinjaun historis dari Struktur Pemerintahan Ponorogo pada jaman dulu. Pada saat nama Indonesia masih Hindia-Belanda hingga beberapa tahun pasca Proklamasi; sekitar 1950, ada sebuah struktur yang sekarang sudah tidak ada. Yaitu Karesidenan (regentschappen). Karesidenan merupakan administrasi kewilayahan di atas kabupaten dan di bawah Provinsi. Maka, dahulu di Jawa Timur terdiri beberapa Karesidenan yang dipimpin oleh Residen. Satu karesidenan terdiri dari beberapa Kabupaten (afdeeling). Nah, Ponorogo termasuk ke dalam Karesidenan Madiun. Lalu, dalam Kabupaten Ponorogo terdapat kademangan (yang terdiri dari beberapa kecamatan). Kademangan atau bahasa modernnya adalah Pembantu Bupati (bukan wabup) ini dulu dipimpin oleh Ki Demang. Nah, Ponorogo yang secara geografis berbentuk segitiga terdiri dari Kademangan Sumoroto (daerah barat), Jebeng (selatan), Arjowinangun (timur-selatan), Pulung (timur-utara), dan Ponorogo.

Kauman dahulu berada di bawah wilayah Pembantu Bupati Sumoroto. Maka dari itu, nama Sumoroto lebih terkenal daripada Kauman. Apalagi bagi kaum kaum sesepuh di Ponorogo ini. Mereka menyebut Kauman untuk kelurahan Kauman, kecamatan Ponorogo, dan menyebut Sumoroto untuk wilayah kecamatan Kauman.

Sumber: Sesepuh dari Guru Bahasa Indonesia saya sewaktu SMP di SMP 2 Ponorogo, Drs. Haryono.

Sejarah Ponorogo :

Menikmati Sunrise Dan Napak Tilas Pesarean Gunung Srandil