SUKAI HALAMAN INI JIKA ANDA BELUM MENYUKAI :

[twocolumns]Usai Berlatih, Pendekar PSHT Tenggelam di Dam Segaran[/twocolumns][twocolumns class=”omega”]Usai Berlatih, Pendekar PSHT Tenggelam di Dam Segaran [/twocolumns]

Bantarangin.Net Usai Berlatih, Pendekar PSHT Tenggelam di Dam Segaran Madiun Usai berlatih, salah seorang anggota perguruan silat Perguruan Setia Hati Terate (PSHT) tewas tenggelam di cek dan sungai Segaran Kelurahan/Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun. Korban tidak bisa diselamatkan saat terseret arus dalam cek dam yang jelas terpampang papan larangan untuk berenang dilokasi tersebut. Minggu, (22/11).

Korban bernama, Danang Handika Argatama,16, pelajar kelas X SMKN 1 Kota Madiun dan warga Jalan Janursari Gang II RT 6/RW 2 Kelurahan Manisrejo, Kecamatan Taman, Kota Madiun. Korban dikabarkan tewas sekitar pukul 14.15 wib.

Informasi dikumpulkan, saat itu korban bersama sejumlah teman usai melakukan latihan silat, mereka berasal dari Perguruan Setia Hati Terate (PSHT). “Entah ide siapa, kami menuju Dam Segaran. Kami bersama rekan-rekan menuju kesana, sesampai di Dam itu. Beberapa teman turun ke bawah Dam Segara untuk bermaksud mandi-mandi,” jelas Dedi Kurnia,16, teman korban.

Padahal, ada larangan untuk bermain-main atau mandi dalam Dam Segaran jelas terpampang. Korban tidak mengetahui kedalaman Dam Segaran dengan asyiknya bermain-main air, lalu terpeleset dan terjatuh dalam air makin dalam. Dua rekan korban berusaha menolong, namun tidak bisa dan berteriak minta tolong kepada sekitar Dam atau warga sekitar.

Namun, pencarian dan pertolongan dilakukan menyelamatkan korban sia-sia, sebab korban makin tidak terlihat. Kejadian itu pun dilaporkan kepada jajaran terkait Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun, Polsek Wungu, Koramil Wungu, Kecamatan Wungu dan lainnya. Petugas tiba segera melakukan pencarian dibantu kapal kecil bermesin.

Guna mempercepat pencarian, pintu Dam sesuai arahan pengelola Dam dibuka untuk mengurangi isi air Dam,” ujar Kapolsek Wungu AKP Logos Bintoro. Benar saja, sejak pintu Dam dibuka, sesekali kapal kecil bermesin berputar-putar dengan maksud agar menimbulkan gelombang, sehingga jasad korban bisa muncul ke atas.

Benar saja, sekitar pukul 17.25 jasad korban muncul dari kakinya atau berada tidak jauh dari pintu air. Selanjutnya, jasad korban dievakuasi dan dibawa ke RSUPP Jatim dr Soedhono di Kota Madiun. Korban anak ke-3 dari 4 bersaudara, selama pencarian sejumlah rekan korban dan adik korban menunggu dengan was-was, sesekali pecah isak tangis.

Isak tangis sang adik dan teman-teman korban pecah, begitu jasad korban ditemukan. Selanjutnya, jasad dievakuasi petugas gabungan menuju atas. Sementara itu, orangtua korban berada tidak menyangka anaknya tewas akibat tenggelam di Dam Segaran. “Saya tidak menyangka dia tewas tercebur Dam, perginya memang pamit untuk latihan (silat),” ujar ayah korban Sukoco juga guru SMKN 1 Kota Madiun singkat. (UK)

Keterangan foto : Papan larangan untuk bermain-main atau mandi di Dam Segaran jelas terpampang, namun masih saja ada melakukannya hingga menimbulkan korban jiwa dan petugas melakukan evakuasi jasad Danang Handika korban tenggelam di Dam Segaran masuk Kelurahan/Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun.

 

Berita Lainya :

  1. Warga Bungkal Tewas Saat Ngopi
  2. Pendekar PSHT Tewas Dalam Pertarungan
  3. Mandi Di Sungai, Bocah 4 Tahun Ditemukan Tewas Tenggelam
  4. Madiun Terima Adipura Ke 11 Dan Adipura Kencana ke 2 Dari Presiden
  5. Penemuan Mayat Di Nambangan Kidul Madiun

 

sumber : adakitanews.com