SUKAI HALAMAN INI JIKA ANDA BELUM MENYUKAI :

cemoro sewu di tutup

Pendakian Lawu DI Tutup Hingga Januari 2016.Bantarangin.Net  Tragedi terbakarnya Gunung Lawu pada 18 Oktober 2015 lalu, hingga hari ini pos Pendakian Cemoro Sewu Magetan Jawa Timur masih ditutup. Penutupan jalur resmi tersebut, akan berlanjut hingga bulan Januari 2016.

Kepala Kesatuan Pemangku Hutan (KOH) Lawu DS, Nanang Sugiharto menjelaskan, penutupan berhubungan dengan tibanya musim penghujan dan efek dari terbakarnya Gunung Lawu pada Oktober lalu.
“Hingga hari ini, jalur pendakian dari Pos Cemoro Sewu Kecamatan Plaosan, masih kami tertutup untuk pendakian. Petutupan jalur pendakian dari Jawa Timur ini, sepertinya akan berlangsung hingga Januari 2016,” kata Nanang.

Banyak faktor yang menjadi pertimbangkan dalam penutupan jalur pendakian, diantaranya karena pasca kebakaran pada Oktober 2015, konstruksi bebatuan terutama di sekitar jalur pendakian bisa berubah. “Humus yang sebelumnya memenuhi rongga-rongga diantara bebatuan itu terbakar, bisa menyebabkan rongga itu semain lebar, sehingga batu rentan bergeser yang bisa menyebabkan longsor,” jelas Nanang.

Nanang tidak mau beresiko bisa menimbulkan korban jika jalur pendakian tetap dibuka, jika bebatuan itu bisa bergeser sewaktu-waktu dan longsor. “Keselematan pendaki merupakan pertimbangan bagi kami. Jika beresiko terhadap keselamatan pendaki, kami berpikir untuk menutup jalur pendakian, hingga kondisi aman sepenuhnya,” tandasnya.

Selain bebetauan yang berpotensi longsor, datangnya musim penghujan juga bisa memicu terjadinya longsor tanah di Gunung Lawu. Ini juga menjadi petimbangan penutupan jalur pendakian.
Menjelang datangnya momentum tahun baru 2016, menurut Nanang, banyak permintaan dari masyarakat agar Perhutani Lawu DS membuka jalur pendakian. “Untuk hal ini, kami akan mempertimbangkan masak-masak, apakah masih menutup jalur pendakian atau membuka sementara selama memontum tahun baru 2016, bagi pendaki di Gunung Lawu,” ucapnya.

Berkaitan dengan penutupan jalur pendakian ini, Nanang berharap agar masyarakat tidak menggunakan ‘jalur tikus’ untuk nekad mendaki Gunung Lawu. “Seperti di Jogorogo Ngawi, disana memang ada jalur pendakian, tetapi itu adalah jalur illegal, karena tidak ada pos pendakian di sana. Kami selalu menegur pendaki yang melewati jalur Jogorogo, agar tidak nekad mendaki,” tambahnya.

Perlu pengkajian lebih mendalam, untuk menjadikan jalur Jogorogo Ngawi sebagai jalur legal pendakian. “Banyak pihak yang harus dilibatkan jika Jogorogo Ngawi dipakai sebagai jalur legal. Perlu memastikan juga bahwa jalur itu layak dan aman sebagai jalur pendakian ke puncak Gunung Lawu. Sehingga ini perlu pengkajian lebih dalam,” kata Kepala KPH Lawu DS ini.

Selain berkonsetrasi pada wilayah pendakian di pemangkuannya, pembukaan dan penutupan jalur pendakian di Cemoro Sewu Plaosan Magetan ini, selalu dikoordinasikan dengan Pos Pendakian Cemoro Kandang, meski Cemoro Kandang berada dalam pangkuan Perhutani Divisi Regional Jawa Tengah.

Sumber (suarakumandang.com/Cng)