SUKAI HALAMAN INI JIKA ANDA BELUM MENYUKAI :

pesilat psht tewasPendekar PSHT Tewas Dalam Pertarungan

Salah seorang pesilat dari Perguruan Silat Setia Hati Terate (PSHT)  tewas dalam tarung kenaikan sabuk, di Aula Kelurahan Kanigoro, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun, Minggu (31/5) pukul 11.00 lalu. Korban AD, 17, warga Jalan Pelitama, Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun.

Saat itu korban bersama 46 peserta lain sedang ujian kenaikan sabuk dari hijau ke putih. Korban terkena tendangan bagian ulu hati dan terjatuh dengan kepala membentur lantai. Atas kejadian itu, seluruh kegiatan langsung dihentikan.

Korban sempat mendapat perawatan akhirnya tewas dalam perjalanan menuju RSUPP Jatim dr Soedhono di Kota Madiun. “Babak pertama adu fisik korban tidak apa-apa, lalu babak ke-2 pasang, maju pelan-pelan, lalu kena tendang siswa lain tepat mengenai ulu hati. AD sempat mundur pelan-pelan, lalu jatuh kebelakang, jatuh pertama pas punggung, disusul kepalanya membentur lantai 2 kali. Sempat diberi penanganan diberi penanganan darurat, ternyata alami kesulitan,” jelas Elga Bagus Saputra senior PSHT setempat.

Menerima laporan atas kejadian itu, Sat Reskrim Polres Madiun Kota dan Polsekta Kartoharjo langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dengan meminta keterangan sejumlah saksi. Kasat Reskrim Polres Madiun Kota AKP Tatang Prajitno Panjaitan mendatangi rumah korban untuk menyampaikan belasungkawa.

“Kami datang kesini juga untuk memberitahukan kepada keluarga korban. Akan dilakukan penyidikan dan memintai keterangan terhadap saksi-saki, atas kejadian itu proses tetap berjalan. Kami juga meminta persetujuan keluarga dilakukan otopsi korban untuk mengetahui dugaan penyebab korban tewas,” jelas AKP Tatang Prayitno Panjaitan.

pendekar psht

Menyinggung tentang pihak dimintai keterangan, Kasat Reskrim Polres Madiun Kota menyatakan masih memeriksa 2 orang yaitu panitia dan juri dalam pertandingan bebas itu. “Kami masih memintai keterangan 2 orang. Saat ini masih istrahat dulu kebetulan saat maghrib. Berapa orang lain diperiksa ? Kami masih menunggu perkembangan,” tandasnya.

Mengetahui korban tewas, rekan-rekan korban baik sesama perguruan silat dan sekolah terus mendatangi rumah duka. Begitu juga suasana di kamar mayat RSUPP Jatim dr Soedhono. Terlihat rekan-rekan sesama pesilat terus berdatangan untuk menunggu proses selesainya otopsi, selanjutnya jenazah dibawa ke rumah duka. (UK)

Keterangan Gambar : ilustrasi pertarungan di SH Terate dalam kenaikan sabuk