SUKAI HALAMAN INI JIKA ANDA BELUM MENYUKAI :

Budaya Ponorogo

“Ramalan” Kembalinya Pusat Kota Ponorogo Ke Kota Lama (II)

“Mbesuk Yen Wis Ono Bethik Mangan Manggar, Kuthone Bali Mengetan”(Babad Ponorogo),”

SETENPO. Meski pada awalnya orang hanya menganggap “Bethik Mangan Manggar”sebagai kiasan, akhirnya tahun 2007 terjadi peristiwa banjir besar di Ponorogo bagian tengah yang membuat orang kembali ingat ucapan para winasis (ahli olah batin) tersebut.

Pengarang Babad Ponorogo memberikan uraian”. Istilah bethik mangan manggar adalah kiasan. Bethik adalah ikan kecil, manggar adalah bunga calon buah kelapa. Artinya, akan ada banjir di Kota Tengah lalu ikan kecil memakan manggar. Hal itu mungkin saja terjadi, karena di jaman maju ini buah kelapa masih pendek 1-2 meter sudah mulai berbuah.

Kalau sudah sering banjir, masuk akal kalau pusat kota akan kembali ke Kota Lama karena wilayah Timur memang lebih tinggi dari kawasan Barat. Kapan itu terjadi, wallahu a’lam, anak cucu nanti yang akan mengamati. Yang penulis ketahui, pembangunan kota Ponorogo saat ini memang bergeser ke timur.”

(Tulisan Purwowijoyo, di tulis tahun 1985)

1. Catatan admin, banjir besar Ponorogo tahun 2007 ketinggian air di perkampungan penduduk banyak yang mencapai 2 meter, apalagi ketinggian air di kebun dan sawah warga yang dekat pinggir sungai. Maka ucapan ada Bethik Mangan Manggar sebenarnya sudah terjadi.

2. Menurut analisa admin, seperti halnya sanepan (kiasan) sesepuh yang lain, ungkapan Kutho Bali Mengetan (kota akan kembali ke timur) maknanya luas, tidak leterlijk (sesuai 100%) tapi berupa makna akan ada perpindahan pusat perekonomian dan aktifitas masyarakat.

3. Kalau anda cermati,di daerah timur menjadi ramai karena menjadi kawasan pendidikan. Kebanyakan lembaga pendidikan tersebut berdiri di kawasan sejarah Kota Lama. Kampus UNMUH Ponorogo dan SMA N 1 Ponorogo berdiri di lahan yang dulu merupakan alun alun Kota Lama Pasar Pon. Kampus STAIN Ponorogo berdiri di Watu Dhakon (tempat pembantu Batoro Katong yakni Joyodrono dan Joyodipo bertemu). Di sekitar gua Sigolo Golo (tempat lahirnya nama Ponorogo) berdiri 3 sekolah sekaligus yakni MTSN Ponorogo,SMKN 1 Jenangan dan SMK PEMKAB.

Adanya lembaga pendidikan tentu membuat perekonomian warga terangkat dengan usaha perdagangan.

4. Jika anda amati, banyak gedung dan bangunan strategis di bangun di bagian timur Kantor Kabupaten (Kutho Tengah). Dari Stadion, GOR, Taman Kota hingga pusat aktifitas ekonomi baru seperti pusat perbelanjaan LUWES, Mall Ponorogo City Center. Tempat tersebut menjadi area dimana terjadi perputaran ekonomi yang kian lama kian besar. Belum lagi nanti jika dibangun Mall baru dan pusat bisnis di bekas Pabrik Sultan Agung Craft.(Selatan Mbunderan).

5. Demikian kilasan sejarah ungkapan dari generasi terdahulu.